Image

Tak Ikuti Langkah AS, Kanada Tegaskan Tidak Akan Pindahkan Kedubesnya dari Tel Aviv

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 02:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 08 18 1827073 tak-ikuti-langkah-as-kanada-tegaskan-tidak-akan-pindahkan-kedubesnya-dari-tel-aviv-31YYgwrZom.jpg PM Kanada Justin Trudeau. (Foto: Getty Images)

GUANGZHOU - Di tengah gonjang-ganjing pengakuan Amerika Serikat (AS) terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berencana memindahkan kedutaan besar (kedubes) ke kota tersebut, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menegaskan bahwa Kedubes Kanada untuk Israel akan tetap berada di Tel Aviv.

"Kami tidak akan memindahkan kedutaan Kanada dari Tel Aviv," kata Trudeau saat berkunjung ke Guangzhou, China, dilansir dari The New Arab, Jumat (8/12/2017).

PM Trudeau pun ikut bereaksi terhadap pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

BACA JUGA: 5 Dampak Politis Rencana Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada Chrystia Freeland menegaskan kembali posisi terdepan Kanada bahwa status Yerusalem dapat diselesaikan hanya dengan satu-satunya jalan yaitu penyelesaian umum perselisihan Palestina-Israel.

"Kami sangat berkomitmen terhadap tujuan perdamaian yang komprehensif, adil, dan abadi di Timur Tengah, termasuk pembentukan negara Palestina yang hidup berdampingan dalam kedamaian dan aman dengan Israel," ungkap Menlu Freeland.

Pada Kamis 7 Desember pernyataan dari Pemerintah AS menyebabkan kemarahan dan kekhawatiran setelah menolak peringatan dari pemimpin Arab, Eropa, bahkan Paus Fransiskus dengan mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

"Sudah saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ujar Trump dan menambahkan bahwa dia memenuhi sebuah janji yang sebelumnya tidak dilaksanakan oleh presiden sebelumnya.

Pengakuan kontroversial dari AS tersebut pastinya tak diterima begitu saja oleh semua kalangan. Organisasi Pembebasan Palestina mengumumkan akan melakukan demonstrasi di Tepi Barat, sementara Hamas menyerukan akan menggelar aksi 8 Desember. Hamas memperingatkan bahwa Trump telah membuka gerbang neraka untuk kepentingan AS.

BACA JUGA: Berbagai Negara Termasuk PBB Kompak Menentang Keputusan AS Terkait Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Sementara itu, banyak pemimpin dunia yang memprotes keras hal tersebut salah satunya dari Turki. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, mengatakan bahwa langkah pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel tersebut akan ‘dimainkan oleh tangan-tangan kelompok teror’.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson juga menyampaikan rasa keprihatinan atas keputusan tersebut. Tak ketinggalan, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, keputusan AS tersebut dapat berdampak besar terhadap proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini