nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Palsu, Restoran Ini Jadi Tempat Makan Terbaik di London

Jum'at 08 Desember 2017 21:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 18 1827410 meski-palsu-restoran-ini-jadi-tempat-makan-terbaik-di-london-kjRiuAyhPY.jpg Restoran "The Shed at Dulwich" itu sebenarnya adalah gudang (Foto: James Cook/Twitter)

LONDON - Restoran palsu terpilih menjadi tempat makan terbaik di London, menurut voting yang digelar situs TripAdvisor. Menyadari itu, situs tersebut mencari pelaku dibalik kebohongan tersebut, pada Kamis 7 Desember.

Restoran bernama "The Shed at Dulwich" itu berlokasi di belakang sebuah taman. Dalam keterangannya, mereka membebaskan pelanggan mengubah nama menu sesuai sesuka hati. Seperti "Ginjal kelinci dengan roti bakar", "Kue empati - vegan dalam kaldu yang bening" dan "Kontemplasi - sebuah dekonstruktur rebus Aberdeen"

Dalam foto menu palsu itu, makanan juga dibuat terlihat lezat. Padahal hidangan itu terdiri dari tablet pemutih, busa cukur, cat gloss bahkan telur goreng yang menempel di kaki manusia.

"Suatu hari, saya duduk di gudang. Saya mendapat ilham: di tengah iklim informasi palsu ini, restoran palsu pun bisa terjadi," kata Oobah Butler, yang juga pernah mengerjai situs berita, mengutip dari Straits Times, Jumat (8/12/2017).

"Sejak saat itu, kegiatan tersebut menjadi misi Saya. Dengan bantuan ulasan palsu, mistik, dan omong kosong, saya mengubah gudang saya menjadi restoran dengan penilaian tertinggi di TripAdvisor," tulisnya.

Dimulai dari peringkat 18.149, para pekerja "The Shed" mulai memberi penilaian palsu lewat komputer yang berbeda-beda untuk menyerang pertahanan TripAdvisor. Usaha itu pun berhasil karena selain penilaian tinggi, pengunjung situs tersebut juga meninggalkan banyak komentar.

Salah satunya dalam komentar berjudul "Kegembiraan yang tak tertandingi". Pengunjung itu mengklaim bahwa restoran "The Shed" melakukan hal benar.

"Saat ini banyak restoran yang salah soal perasaan. Di restoran ini, kamu bisa memesan sesuai suasana hati dan hati selalu benar," tulisnya. Sementara ulasan lainnya mengatakan, saat matahari tenggelam, mereka ditawari selimut.

Restoran palsu tersebut segera dibanjiri pesanan, permintaan liputan media, yang ingin memotret tempat nomor satu di London. Karena banyaknya permintaan, restoran tersebut akhirnya dibuka, dengan suguhan makanan siap saji dari supermarket Islandia.

"Umumnya, satu-satunya orang yang membuat daftar restoran palsu adalah wartawan yang salah telah menguji kami," tulis mereka.

Mereka mengklaim, manipulasi justru fokus situsnya untuk menangkap pembuat hoaks.

"Karena tidak ada insentif bagi siapa pun di dunia nyata untuk menciptakan restoran palsu, ini bukan masalah yang kami alami dengan komunitas reguler kami - oleh karena itu 'ujian' ini sebaiknya tidak dijadikan contoh," tutup TripAdvisor.

(Hotlas Mora Sinaga/Magang)

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini