Image

Fredrich dan Otto Mundur dari Pengacara Setya Novanto, Golkar: Ada Dinamika Apa di Sana?

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 16:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 08 337 1827414 fredrich-dan-otto-mundur-dari-pengacara-setya-novanto-golkar-ada-dinamika-apa-di-sana-cEC34SsmhJ.jpg Setya Novanto saat di KPK (Antara)

JAKARTA – Fredrich Yunadi dan Otto Hasibuan mundur dari kuasa hukum tersangka kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik Setya Novanto. Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali mengaku tidak tahu kenapa kedua pengacara kondang itu mundur.

"Saya pribadi enggak tahu dinamika yang terjadi di sana,” kata Amali di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Amali mengatakan dirinya belum bisa menemui Ketua Umum Golkar nonaktif itu yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita belum dapat izin (bertemu). Sekarang ini yang bisa kunjung hanya penasihat hukum dan keluarga dekat, istri dan anak, kami dari fraksi, kita tidak tahu. Kita mengikuti perkembangan dari teman-teman media juga," ujarnya.

Ketua Komisi II DPR itu menegaskan bahwa kasus Setya Novanto tidak menjadi tanggungan Partai Golkar karena semuanya diurus oleh Novanto dan keluarganya serta kuasa hukum yang telah dipilihnya.

"Apa yang sedang dijalani oleh Pak Setnov, proses hukumnya, pasti beliau yang tahu, mana yang baik mana yang kurang, karena untuk membuktikan bahwa beliau tidak terlibat itu harus sungguh-sungguh beliau lakukan, dan itu beliau dan keluarga dekat dan penasihat hukum. Kami yang ada di luar itu, kita enggak tahu, terjadi dinamika apa di sana," ucap Zainudin.

Sebagaimana diketahui, Fredrich Yunadi dan Otto Hasibuan mengundurkan diri dari kuasa hukum Setnov dalam kasus korupsi KTP Elektronik di KPK.

Otto mengaku mundur dari kuasa hukum karena belum ada kesepakatan yang jelas antara dirinya dengan Setya Novanto. Jika belum ada kesepakatan yang jelas, menurutnya, maka tata cara untuk menangani suatu perkara justru akan menyulitkan dalam proses pembelaan hukum.

Keputusan Otto mundur kemudian diikuti oleh Fredrich Yunadi yang kini gencar membela Setya Novanto dengan komentar-komentar khasnya. Tapi, Fredrich mengaku hanya mundur dalam kapasitasnya sebagai kuasa hukum untuk kasus e-KTP. Sedangkan dalam kasus kecelakaan mobil ditumpangi Setya Novanto, ia tetap masih mendampingi.

Setya Novanto ditetapkan lagi jadi tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP beberapa pekan usai memenangkan praperadilan pertama.

KPK menyangka Setnov melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini