Image

Fokus Pengacara Praperadilan, Ketut Tak Akan "Bela" Setnov di Sidang E-KTP

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 18:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 08 337 1827477 fokus-pengacara-praperadilan-ketut-tak-akan-bela-setnov-di-sidang-e-ktp-EsutG92V73.jpg Sidang praperadilan Setya Novanto di PN Jaksel (Foto: Ant)

JAKARTA - Pengacara Setya Novanto, Ketut Mulya mengatakan, dirinya tidak akan menggantikan Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi yang mengundurkan diri sebagai pengacara Setnov dalam kasus dugaan korupsi e-KTP di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita tidak akan masuk untuk mengganti Otto dan Fredrich dalam menangani perkara di PN Tipikor karena kita hanya fokus di praperadilan saja,” ujar Ketut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2017).

Ketut yang merupakan pengacara Setnov di perkara praperadilan atas penetapan tersangka kliennya, mengaku tak mengetahui perihal alasan mundurnya kedua pengacara Setnov itu.

“Saya tidak tahu karena itu mungkin konteksnya, kalau kami kan bicara soal praperadilan khusus ya. Kalau kami kan bicara soal praperadilan khusus ya, kalau pokok perkara kami tidak masuk di dalamnya,” ujarnya.

(Baca Juga: KPK Permasalahkan Bukti yang Diajukan Pihak Setya Novanto di Praperadilan)

Selain itu, mengenai mundurnya Otto dan Fredrich sebagai kuasa hukum kliennya, Ketut mengganggap persoalan tersebut tidak akan mengganggu berjalannya proses sidang praperadilan.

“Soal mundurnya Pak Otto dan Fredrich tidak akan mengganggu proses sidang di praperadilan saat ini. Enggak akan mengganggu karena kita dari awal memang mengawal sidang praperadilan Pak Novanto,” ujarnya.

Sebelumnya, Otto memilih mundur sebagai pengacara Setnov dalam kasus korupsi e-KTP di KPK. Mundurnya Otto sebagai kuasa hukum karena belum ada kesepakatan yang jelas antara dirinya dengan Setnov.

(Baca Juga: 'Terbentur' Sidang E-KTP, Hakim: Apa Gunanya Praperadilan Setnov Dilanjutkan?)

Ia menjelaskan, jika belum ada kesepakatan yang jelas, maka proses tata cara untuk menangani suatu perkara justru akan menyulitkan dalam proses pembelaan hukum.

"Sehingga kalau tidak ada kesepakatan yang pasti dan jelas penanganan suatu perkara tata caranya maka akan merugikan dia dan terhadap saya dan itu akan menyulitkan saya untuk melakukan suatu pembelaan terhadap klien," kata Otto.

Langkah Otto mundur sebagai kuasa hukum Setnov pun diikuti pengacara Fredrich Yunadi. Ia mundur sebagai kuasa hukum Setnov dalam kasus korupsi e-KTP di KPK per hari ini.

“Iya (mengundurkan diri jadi pengacara Setnov) per hari ini," ujar Freidrich saat dihubungi, Jakarta, Jumat 8 Desember 2017.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini