Image

Unjuk Rasa di Kedubes AS: Pemindahan Ibu Kota Israel ke Yerusalem Melegalkan Penjajahan!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 14:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 338 1827327 unjuk-rasa-di-kedubes-as-pemindahan-ibu-kota-israel-ke-yerusalem-melegalkan-penjajahan-CkGlBLC3u4.jpg Massa aksi unjuk rasa di depan Kedubes AS mengecam pemindahan Ibu Kota Israel ke Yerusalem

JAKARTA - Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta berunjuk rasa di depan Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat. Mereka menuntut pemerintah AS agar mencabut keputusannya soal pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Koordinator Forum Kader PPP DKI Jakarta, Abdul Aziz mengatakan rencana pemerintah AS menjadikan Al-Quds sebagai ibu kota Israel jelas memukul mundur ikhtiar damai yang dirintis oleh berbagai pihak dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina.

"Ini sama saja melegalkan penjajahan Israel terhadap Palestina dan harus ditolak karena nyata-nyata bertentangan dengan resolusi legalitas Yerusalem yang merupakan bagian dari Palestina," kata Aziz di lokasi aksi, Jumat (8/12/2017).

(Baca Juga: PBNU Desak PBB Sahkan Keanggotaan Palestina)

Pihaknya pun mendukung kemerdekaan Palestina sebagaimana tertuang dalam politik luar negeri Indonesia maupun kapasitas Indonesia sebagai anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang telah menghasilkan "revolusi Jakarta" pada 2016 sebagai bentuk dukungan kemerdekaan Palestina.

Selain itu, Aziz juga menyerukan kepada segenap umat Islam untuk melakukan qunut nazilah setelah salat Jumat seraya mendoakan agar bangsa Palestina dapat terbebaskan dari deritanya dan hidup dalam kedamaian.

"Dan kami juga mendesak Presiden AS mencabut keputusannya dan mendesak OKI melakukan langkah politik dan diplomatik untuk membatalkan keputusan tersebut," pungkas dia.

Di depan Gedung Kedubes AS, massa aksi juga melantunkan salawat dalam rangka mengungkapkan keprihatinan terhadap kebijakan negeri Paman Sam tersebut. Aksi berlangsung damai dan dikawal dengan humanis oleh aparat kepolisian.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini