Image

Tolak Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel, Warga Bengkulu Gelar Aksi Spontan

Agregasi Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 17:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 340 1827430 tolak-yerusalem-jadi-ibu-kota-israel-warga-bengkulu-gelar-aksi-spontan-K4eIXChppA.jpg Demo Penolakan Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel (foto: R Rekotomo/Antara)

BENGKULU - Ratusan warga Kota Bengkulu menggalang tanda tangan di kain putih sepanjang 5 meter sebagai bentuk penolakan atas rencana Pemerintah Amerika Serikat mengaklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Kami menentang keputusan Pemerintah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel dan memindahkan kedutaan mereka di sana," kata Benni Hidayat, salah seorang penggagas gerakan "Tolak Yerusalem jadi Ibu Kota Israel" di Bengkulu, Jumat (8/12/2017).

(Baca Juga: Diguyur Hujan, Aksi Penolakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel Bergema di Solo)

Aksi spontan itu digelar oleh ratusan umat usai menggelar Salat Jumat di Masjid Baitul Izzah, salah satu tempat ibadah umat muslim terbesar di Kota Bengkulu. Masyarakat muslim Bengkulu kata Benni, tetap mendukung Palestina untuk mempertahankan wilayah Yerusalem.

Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama besar yaitu Kristen, Islam, dan Yahudi. Di kota itu terdapat situs-situs suci bagi ketiga agama tersebut, antara lain Tembok Ratapan (Yahudi), Gereja Makam Kudus (Kristen), dan Masjid Al-Aqsa (Islam).

Pada Rabu 6 Desember 2017, Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai Ibu Kota Israel.

(Baca Juga: Massa yang Demo soal Yerussalem Gelar Salat Ashar Berjamaah)

Rencana pemerintah Amerika Serikat ini menuai reaksi dan kecaman dari sejumlah negara. Presiden Joko Widodo pun meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) segera bersidang untuk membahas keputusan Amerika Serikat, yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Dalam beberapa hari ini Pemerintah Indonesia juga telah berkomunikasi dengan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini