Image

Ganjar Tak Maju, Buwas dan Ferry Juliantono Bisa Bersaing Ketat di Pilkada Jateng

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 01:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 08 512 1827062 ganjar-tak-maju-buwas-dan-ferry-juliantono-bisa-bersaing-ketat-di-pilkada-jateng-pmxuxhqtns.jpg Bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Ferry Juliantono. Foto Okezone

JAKARTA - Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Farah memprediksi bakal ada persaingan ketat dari sejumlah nama apabila Ganjar Pranowo tidak mencalonkan diri di Pilkada Jawa Tengah.

Empat nama kandidat yang berpotensi bersaing ketat di Pilkada Jawa Tengah menurut Toto yakni, Ferry Juliantono, Budi Waseso, Sudirman Said, dan Marwan Jafar.

"Setidaknya empat calon potensial yang sudah mulai rajin bergerilya, mereka adalah Ferry Juliantono dari Gerindra, Budi Waseso yang akhir-akhir mulai terdengar akan diusung PDIP, Sudirman Said dari Gerindra dan Marwan Jafar dari PKB," kata Toto lewat pesan singkatnya, Kamis (7/12/ 2017).

Berdasarkan hasil survei baru yang dipilih LSI Denny JA, terdapat dua nama dari empat calon potensial yang memiliki elektabilitas tertinggi. Kedua calon tersebut yakni Buwas dan Ferry Juliantono.

 

(Budi Waseso. Foto Okezone)

"Dalam simulasi head to head Budi dipepet tipis oleh Ferry, selisih 1 persen saja. Budi 12 persen dan Ferry 11 persen. Secara statistik, posisi elektabilitas yang tipis dalam margin of error seperti itu cukup sulit untuk bisa disebut siapa pemenang atau siapa yang lebih unggul," ujar Toto.

Sementara yang lainnya, lanjut Toto, Sudirman Said dan Marwan Jafar sebenarnya juga punya potensi yang sama untuk menyalip. Terutama, jika merujuk pada tingkat pengenalan keempat calon tersebut yang masih rendah. Itu artinya, baik Budi, Ferry, Marwan dan Sudirman sama-sama masih menyimpan modal yang bisa didongkrak agar lebih dikenal.

"Budi misalnya, baru dikenal tak lebih dari 27 persen saja. Nah, baik Budi maupun Ferry sama-sama memiliki tingkat kepuasaan yang cukup tinggi, khususnya Ferry 70 persen. Yang buruk dan berbahaya itu, jika tingkat pengenalannya tinggi, misalnya 90 persen, tapi kesukaan rendah," tutur Toto.

Baca Juga: Ditanya soal Kesiapan Jadi Cagub Jateng, Buwas: Saya Punya Tanggung Jawab di BNN

Menurut Toto, Model calon seperti itu biasanya kecil kemungkinannya untuk terpilih. Masih lebih baik calon yang tingkat pengenalan rendah, tapi kesukaan tinggi, 70 persen ke atas.

Calon yang seperti ini biasa disebut “barang bagus” tapi belum pernah dipasarkan dengan baik. Dan itulah yang terjadi dengan Budi dan Ferry.

Jika Budi dan Ferry bisa menaikkan pengenalannya hingga 70 persen dalam satu atau dua bulan ke depan, maka keduanya potensi menembus angka elektabilitas 25 sampai 30 persen. Apalagi, jika pengenalannya tembus di angka 90 persen, bisa jadi elektabilitas kedunya naik sekitar 40 keatas.

Berbeda dengan Ganjar Pranowo yang sudah aman dan nyaris berbanding lurus antara tingkat pengenalannya yaitu 95 persen

Dengan tingkat kesukaannya 90 persen. Wajar jika elektabilitasnya sudah diatas 50 persen dalam berbagai simulasi. PR besar buat kandidat selain Ganjar, selain mendongkrak pengenalan dan kesukaan, juga harus membangun citra personal sesuai dengan yang diinginkan mayoritas publik Jateng.

Baca Juga: Ferry Juliantono Kalahkan Ganjar Pranowo dalam Memecahkan Masalah Menurut Survei LSI

"Yaitu, sikap dan keperibadian yang ramah, santun, jujur dan merakyat hingga 90 persen, bebas dari korupsi 93 persen, sanggup menyelesaikan masalah 90 persen," ujar Toto.

Kata dia, apabila image itu mampu dilengketkan dengan dua figur yang bertarung tersebut, antara Budi dan Ferry maka potensi kesukaan kedua tokoh itu diprediksi akan semakin naik dan tentu saja berefek secara electoral terhadap keterpilihan calon tersebut.

“PR besar tersebut, sekali lagi akan lebih ringan, jika Ganjar benar-benar tidak jadi maju atau tak jadi diusung PDIP," kata Toto.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini