Image

Tolak Relokasi, Ratusan Siswa SMPN 1 Kosambi & Warga Buat Petisi

Chyntia Sami B, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017 11:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 08 65 1827220 tolak-relokasi-ratusan-siswa-smpn-1-kosambi-warga-buat-petisi-Vr6l7M2NDV.jpg Foto: Chyntia/Okezone

TANGERANG - Ratusan siswa SMP Negeri 1 Kosambi dan warga sekitar menggalang dukungan dengan membuat petisi. Hal tersebut sebagai wujud penolakan mereka atas rencana relokasi akibat lokasinya yang berdekatan dengan kawasan industri.

Ketua Komite SMP Negeri 1 Kosambi, Aspuri mengatakan, penolakan tersebut dilakukan lantaran hingga kini pihaknya belum menerima kejelasan terkait lokasi relokasi sekolah.

"Wacana relokasi ini memang belakangan makin kenceng, tapi enggak jelas mau direlokasi dimana, makanya kita menolak direlokasi. Kalau mau relokasi ya diperjelas dulu," ujar Aspuri, Jumat (8/12/2017).

Menurut Aspuri, seharusnya pemerintah setempat lebih mengutamakan kepentingan masyarakat luas dibandingkan kepentingan segelintir orang.

Pasalnya, sekolah tersebut telah berdiri sejak 1985, jauh sebelum kawasan industri berdiri.

Saat sekolah tersebut dibangun, kawasan sekitarnya hanyalah hamparan sawah luas, bahkan tidak ada perkampungan. Barulah pada awal tahun 2006 permukiman mulai tumbuh dan industri bermunculan hingga akhirnya sekolah tersebut terkepung kawasan industri.

"Kita disini sudah dari tahun 1985, harusnya industri itu dibangun ada jarak minimalnya dengan sekolah, enggak bersebelahan tembok begini dengan sekolah. Tolong dipikirkan lagi, sekolah ini manfaatnya sangat besar untuk masyarakat, dengan penutupan sekolah jelas merugikan masyarakat," ungkapnya.

(Baca juga: Banyak Kolagen dari Babi, Mahasiswa Teliti Kolagen Kulit Ikan Barong)

Untuk mempertahankan bangunan sekolah yang hanya berjarak 100 meter dari lokasi ledakan pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses tersebut, para orang tua siswa dan warga sekitar pun sepakat untuk membuat petisi yang telah dilakukan sejak Rabu 6 Desember lalu.

"Sampai saat ini sudah lebih dari 500 dukungan yang menyerahkan fotokopi KTP dan juga tanda tangan dari ortu siswa, warga dan alumni. Rencananya, hari ini seluruh berkas dan bukti dukungan akan kami kirim ke Pak Bupati supaya relokasi bisa dibatalkan," tandasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini