Image

Warga Tolak Putusan Pemkab Serang yang Ingin Merger 'Sekolah Kandang Kerbau'

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 19:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 08 65 1827464 warga-tolak-putusan-pemkab-serang-yang-ingin-merger-sekolah-kandang-kerbau-uQVkzaIQfJ.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Setelah menjanjikan pembangunan gedung sekolah di lokasi baru, warga terkejut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memiliki kebijakan lain yaitu memerger SDN Sadah dengan SDN Sentul yang letaknya jauh dari tempat tinggal para siswa.

Menanggapi hal tersebut, tentu warga tidak setuju. Sebab, musyawarah yang pernah dilakukan oleh pihak sekolah dengan Pemkab mencapai kesepakatan untuk mencari lokasi terdekat dan dibangun sekolah baru. Sementara menunggu pembangunan selesai, siswa SDN Sadah harus menumpang di gedung madrasah milik yayasan.

Sayangnya, selain mulur hingga akhir tahun 2017, pembangunan juga terkendala biaya taksiran pemilik lahan yang jauh melebihi penilaian tim appraisal. Sembari melakukan musyawarah dengan ‘Pak Haji’ yang merupakan pemilik lahan, warga bergotong-royong membantu sekolah melaksanakan kegiatan belajarnya.

“Ruang kerja kepala sekolah untuk sementara menumpang ruang tamu warga yang disekat. Warga sekitar memang bergotong royong membantu berjalannya sekolah, seperti meminjamkan tanah wakaf untuk ruang kelas 6, meminjamkan gudang padi untuk ruang kelas 4 dan ruang guru. Sebagian tanah dan lapangan sekolah juga dipinjamkan warga yang biasa disapa ‘Pak Haji’. Komputer dan printer sekolah juga diletakan di rumah salah satu guru yang kebetulan jaraknya dekat dengan sekolah, sehingga semua administrasi yang memerlukan diketik dilakukan dari rumah tersebut,” ujar Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (9/12/2017).

Dengan alasan kepentingan sosial, Pak Haji siap menurunkan harga taksiran dari Rp500 ribu/meter menjadi sesuai dengan penilaian tim appraisal, yakni Rp225 ribu/meter.

(Baca juga: Viral di Medsos, Begini Kondisi Sekolah Kandang Kerbau)

Namun lagi-lagi, pembangunan terhambat karena perubahan sikap Pemkab Serang yang tiba-tiba ingin memindahkan SDN Sadah ke lokasi yang lebih jauh.

Menyikapi polemik yang viral karena surat Devi Marsya dan sebutan ‘Sekolah Kandang Kerbau’, KPAI turun tangan mengatasi masalah ini,

“Demi kepentingan terbaik bagi anak, KPAI merekomendasi lokasi SDN Sadah yang sekarang untuk segera dibebaskan lahannya, karena pemilik tanah sudah menyetujui harga tim appraisal warga. Tanah yang bisa dibeli sekitar 1.300 meter persegi, menurut warga cukup asalkan gedung sekolah dibangun 2 tingkat dengan menghadap ke sawah bukan rumah warga,” ujar Retno.

Tidak hanya itu, KPAI juga menyarankan semua pihak untuk segera menghentikan polemik, dan mulai bersinergi demi kepentingan anak-anak SDN Sadah.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini