nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Ini, Sopir Transportasi Online dan Konvensional di Malang Cekcok

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 09 Desember 2017 04:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 09 519 1827665 gara-gara-ini-sopir-transportasi-online-dan-konvensional-di-malang-cekcok-aKPmDzm5Ic.jpg Cekcok antara sopir transportasi online dengan konvensional di Malang. (Foto: Avirista/Okezone)

MALANG - Ratusan pengendara transportasi online dan transportasi konvensional berkumpul di depan Polres Malang Kota pada Jumat malam sekitra pukul 21.00 WIB,  Jumat 8 Desember 2017.

Dari Keterangan yang dihimpun Okezone di TKP, seorang sopir taksi online awalnya sedang menunggu penumpang di Jalan Pajajaran, di dekat Stasiun Malang Kota. Menurut sopir tersebut, tindakannya itu tak melanggar aturan.

"Kami sering nongkrong di sana. Ya sudah 6 bulanan ini kita juga ambil penumpang di sana. Dan memang jaraknya jauh dari pintu keluar stasiun, karena sadar menghormati angkot," ungkap seorang pengendara ojek online  yang tak mau disebutkan namanya di lokasi.

Saat mengangkut penumpang, tiba-tiba taksi online tersebut dicegat oleh sejumlah sopir angkot. "Penumpang diminta turun. Waktu itu di sekitar lokasi ada 8 pengendara ojek online dan 2 pengendara taksi online. Karena kalah jumlah kita mundur," tambahnya.

Di lokasi sempat terjadi adu mulut antara pengendara transportasi online dengan transportasi konvensional. Hingga akhirnya menarik perhatian pengendara transportasi online dan konvensional lainnya.

(Baca juga: Buntut Bentrokan, Ratusan Sopir Taksi Konvensional Geruduk Pemkot Pekanbaru)

Melihat situasi yang semakin memanas, seorang petugas keamanan kepolisian datang melerai dan meminta menyelesaikan permasalahan di Polres Malang Kota. Di kantor polisi, ratusan pengendara ojek dan taksi online sudah berkumpul karena mendengar kabar rekan mereka dihadang oleh sopir angkot. Sedangkan sopir angkot juga berkumpul di depan polres sehingga memicu ketegangan hingga saling dorong.

"Kita coba mediasi, tapi kita suruh semuanya yang tidak berkepentingan bubar dan pulang ke rumah masing-masing baik supir angkot dan taksi serta ojek dan taksi online," jelas Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Ambuka Yudha.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini