nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taksi Online di Malang Dilarang Angkut Penumpang dari Stasiun & Terminal

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 09 Desember 2017 10:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 09 519 1827739 taksi-online-di-malang-dilarang-angkut-penumpang-dari-stasiun-terminal-kqQVbcgGqI.jpg Ilustrasi

MALANG - Pengendara transportasi berbasis online kembali terlibat cekcok dengan angkutan konvensional lantaran sang sopir taksi online mengangkut penumpang di sekitar Staisun Malang yang sebelumnya sudah disepakati menjadi area terlarang bagi mereka.

Setelah melakukan mediasi yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Ambuka Yudha selama kurang lebih 45 menit, perwakilan sopir transportasi online dan transportasi konvensional pun sepakat berdamai usai gesekan kecil, Jumat malam 8 Desember2017.

Menurut Kordinator SSI (Serikat Supir Indonesia), Agus Mulyono, antara transportasi online dengan konvensional memang sudah ada komunikasi dengan baik ada terkait kesepakatan 8 titik dimana transportasi online tak boleh mengambil penumpang.

Delapan zona larangan mengambil penumpang yang dimaksudkan yakni di antaranya sekolah, stasiun, pertokoan, pasar, dan terminal.

"Masalahnya malam hari ini sedikit ada kesalahpahaman antara rekan kami supir angkot dengan taksi online. Ada orang baru yang tidak mengetahui titik tersebut sehingga sedikit ada gesekan," tambahnya.

Di sisi lain, perwakilan taksi dan ojek online yang tergabung dalam DOA (Drive Online Arema) melalui kordinatornya, Andi Sugianto menyatakan malam ini ada penumpang taksi online order di stasiun. "Driver taksi ini orang baru dan ambil penumpang yang pesan di stasiun," tutur pria yang akrab disapa Pak Puh.

Ia menambahkan titik zona bakso bakar di Jalan Pajajaran itu disepakati tadi sudah cukup jauh dari stasiun, sehingga tidak ada masalah lagi. "Kami menghormati taksi dan angkot yang sudah ada sebelumnya, dengan tidak ambil penumpang di 8 zona yang sudah disepakati," lanjutnya.

Ia juga menyarankan pengendara transportasi online baru yang belum bergabung ke paguyuban untuk segera gabung. Supaya nantinya juga akan dilakukan sosialisasi jalur mana yang boleh ambil penumpang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Ambuka Yudha yang menjadi mediator mengungkapkan malam hari ini hanya ada sedikit kesalahpahaman terkait zona dimana taksi online boleh ambil penumpang.

"Sementara kami minta semua menaati kesepakatan 8 zona itu demi keamanan dan kenyamanan bersama. Jika ada regulasi baru nanti akan dipertemukan kembali kedua belah pihak," jelasnya.

Pihaknya meminta baik pengendara transportasi online maupun konvensional tetap menjaga keamanan di Kota Malang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini