Share

Pemenang Nobel Perdamaian 2017 Ingatkan Bahayanya Perang Nuklir

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 11 Desember 2017 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 11 18 1828261 pemenang-nobel-perdamaian-2017-ingatkan-bahayanya-perang-nuklir-8iAubD5tjd.JPG Direktur ICAN, Beatrice Fihn (berbaju putih), dan penyintas tragedi bom atom, Setsuko Thurlow, menerima hadiah Nobel Perdamaian 2017 (Foto: Reuters)

OSLO โ€“ Kehancuran umat manusia akibat perang nuklir hanya tinggal selangkah lagi. Demikian peringatan yang disampaikan pemenang Nobel Perdamaian 2017, Kampanye Internasional untuk Memusnahkan Senjata Nuklir (ICAN).

โ€œApakah akan menjadi akhir dari persenjataan nuklir atau akhir dari umat manusia?โ€ ujar Direktur ICAN, Beatrice Fihn, dalam pidato kemenangan di Oslo, Norwegia, mengutip dari The Guardian, Senin (11/12/2017).

โ€œSatu-satunya tindakan rasional adalah untuk berhenti hidup di bawah situasi di mana kehancuran kedua belah pihak hanya tinggal satu percikan saja. Senjata nuklir adalah sebuah senjata orang gila yang dipegang secara permanen,โ€ sambung perempuan itu.

ICAN adalah koalisi dari ratusan lembaga non-pemerintah (NGO) di seluruh dunia yang mendorong pelarangan senjata nuklir. Kelompok tersebut berhasil mengupayakan sebuah kesepakatan yang diadopsi pada Juli lalu oleh 122 negara. Sayangnya, sembilan negara empunya kekuatan nuklir menolak menandatangani kesepakatan tersebut.

Tiga di antaranya adalah negara-negara Barat yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis. Negara bersekutu itu malah seakan mengejek ICAN dengan tidak mengirimkan diplomat tertinggi, dalam hal ini duta besar di Norwegia, dalam acara penyerahan hadiah.

Beberapa penyintas dari tragedi bom atom Hiroshima dan Nagasaki hadir dalam seremoni tersebut. Salah satu dari penyintas, Setsuko Thurlow, menerima hadiah Nobel Perdamaian 2017 sebagai perwakilan ICAN bersama Beatrice Fihn di panggung.

Peringatan tersebut seakan menyindir perang retorika antara AS dengan Korea Utara (Korut), dua negara yang memiliki senjata nuklir. Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un cukup rutin melakukan provokasi yang justru menambah tegang Semenanjung Korea. Perang kata-kata dari kedua pemimpin itu dikhawatirkan memicu perang nuklir suatu hari nanti.

Follow Berita Okezone di Google News

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini