nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buat Wanita Alami Kerusakan Payudara, Pemerintah San Diego Diharuskan Bayar Denda

Febrianto, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 15:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 11 18 1828573 buat-wanita-alami-kerusakan-payudara-pemerintah-san-diego-diharuskan-bayar-denda-GbmiEHDESL.png Foto: News8

SAN DIEGO - Pemerintah San Diego harus membayar denda kepada istri mantan wali kotanya yang terjerembab di trotoar berlubang. Akibat kejadian tersebut, Cynthia Heedecock mengaku payudarannya yang merupakan hasil implan mengalami kerusakan.

Hedgecock (70) mengaku tersandung saat berjalan di Morrell Street menuju Grand Avenue, pada tanggal 31 Juli 2015. Dia memberi kesaksian bahwa dia membawa map di satu tangan, dan teleponnya di tangan satunya.

Dirinya terjatuh dan dadanya mengantam jalan yang menyebabkan kerusakan parah pada implan payudaranya. Sekarang, hakim telah memerintahkan kota tersebut untuk membayar ganti rugi 85.000 dolar AS sebagai kompensasi.

"Saya jatuh sakit di dada dengan sedikit berlutut," Hedgecock mengatakan kepada pengadilan selama persidangan pada tanggal 5 Desember 2017," tambahnya seperti dikutip dari LA Times.

Usai kecelakaan itu, Hedgecock tidak melakukan perawatan medis karena cedera selama dua minggu setelah musim gugur. Pada tanggal 17 Agustus 2015, dia pergi ke Scripps Clinic dan mengeluhkan sakit dada dan deformasi payudara. Dokternya memeriksa implannya dan menemukan bahwa mereka rusak parah dan perlu diganti dengan pembedahan. Operasi berlangsung pada bulan November 2015 dengan 19.924,04 dolar AS.

Mantan wali kota Roger Hedgecock yang juga sebagai penggugat dalam kasus ini, harus tinggal di rumah bersama istrinya untuk membantu pemulihannya dan menderita kehilangan pendapatan. Mereka menuntut kota tersebut untuk biaya pengobatan penuh yang terlibat, dan juga 65.000 dolar untuk rasa sakit fisik dan penderitaan mental karena dugaan insiden tersebut.

Dalam sidang tersebut, pengacara kota membantah klaim tersebut. Seorang pengacara yang mewakili kota tersebut menyatakan bahwa walaupun tidak ada perselisihan mengenai kondisi berbahaya dari trotoar, tidak ada bukti bahwa kejatuhan terjadi di mana Hedgecock mengklaim hal itu.

Pembelaan juga menolak anggapan bahwa jatuhnya tersebut menyebabkan kerusakan pada implan Hedgecock, karena mereka menemukan catatan medis yang menunjukkan bahwa kedua implan berusia di atas 20 tahun, telah mengalami kerusakan pada tahun 2012, dan akan diganti. Tidak ada saksi atas dugaan insiden tersebut, dan Hedgecock tidak mengambil foto kerusakan pada pakaian atau teleponnya untuk diajukan sebagai bukti.

"Entah dia telah membodohi suaminya, teman-temannya, keluarganya, dokter umum dan ahli bedahnya dan membuat sebuah cerita tentang tersandung dan jatuh dan menyakiti payudaranya, atau dia benar-benar sakit hati, " ungkap pengacara kota.

Gugatan Hedgecock tersebut menyatakan bahwa kota tersebut bersalah karena kelalaian dengan tidak memperbaiki trotoar 2,5 inci di trotoar publik yang disebabkan oleh akar pohon. Mereka berpendapat bahwa kota ini tidak bertanggung jawab untuk tidak memiliki sistem inspeksi dan protokol perbaikan untuk jalur umum.

Pejabat San Diego sebelumnya telah mempertimbangkan perubahan kebijakan trotoar setelah pembayaran hampir 5 juta dolar AS kepada pengendara sepeda yang cedera yang telah melalui trotoar yang rusak, pada tahun 2016.

Hasil persidangan akhirnya memenangkan Hedgecock. Dewan juri berpihak pada Hedgecock dan memerintahkan kota San Diego untuk membayar ganti rugi hampir 85.000 dolar, namun pejabat kota mempertimbangkan banding.

"Kami berjuang keras melindungi pembayar pajak, dan membuat penggugat membuktikan kasusnya. Kami sekarang akan mempertimbangkan apakah akan mengajukan banding, "kata kepala staf ahli kota Gerry Braun.

Untuk diketahui, Roger Hedgecock pernah menjabat sebagai walikota San Diego dari tahun 1983 sampai 1985. Namun dia dipaksa untuk mengundurkan diri setelah didakwa dan mengaku bersalah melakukan persekongkolan dalam sebuah skandal yang melibatkan dana ilegal untuk kampanye walikota. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini