nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tipu Puluhan Juta Rupiah, Komplotan Pelaku Hipnotis Lintas Provinsi Dibekuk Polisi

Bambang Ir, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 12:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 11 340 1828437 tipu-puluhan-juta-rupiah-komplotan-pelaku-hipnotis-lintas-provinsi-dibekuk-polisi-zVggJjLuNl.jpeg Penangkapan kawanan pelaku hipnotis. (Foto: Dok Okezone)

KUTAI KARTANEGARA – Polres Kutai Kartanegara meringkus komplotan tindak kejahatan penipuan dengan cara menghipnotis menggunakan ilmu gendam kemudian menguras habis uang di ATM milik korbannya. Kawanan pelaku kejahatan lintas provinsi ini masing-masing adalah Fth (41), warga Samarinda; serta HS (48) dan AI (51) yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, S.Ik, M.Si. mengatakan HS dan AI sering melakukan aksinya di beberapa kota besar Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, dan Sulawesi. "Dalam melakukan aksinya, mereka selalu berpindah-pindah. Paling lama satu bulan, kemudian berpindah kota lagi," katanya.

Dalam mengelabui korbannya, para pelaku memiliki ATM master dari BRI yang bersaldo sebesar Rp99 miliar. Kemudian modusnya, para pelaku mengajak korban bersama-sama masuk ke bilik ATM dan memperlihatkan isi saldonya, sehingga korban percaya.

HS dan AI tiba di Kalimantan Timura pada Rabu 22 November 2017. Keduanya menetap sementara di Gang 8 Samarinda Seberang. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyewa sebuah mobil selama satu bulan seharga Rp6 juta.

(Baca: Tiga Wanita Cantik Jauh-Jauh ke Kalbar, Eh Rupanya Hendak Hipnotis Korbannya)

Selama berada di Kaltim, mereka sempat dua kali melakukan kejahatan penipuan dengan cara menghipnotis yakni di Samarinda. Keduanya memerdaya seorang perempuan dan membawa uang tunai sebesar Rp25 juta. Kemudian di Tenggarong, Kutai Kartanegara, mereka menipu korban yang juga perempuan dan menggasak uangnya sebesar Rp60 juta.

Dalam aksi tersebut, ketiga pelaku memiliki peran masing-masing, yakni Fth yang bertindak sebagai sopir, HS calon penyumbang, dan AI yang berperan meyakinkan korban.

Pengungkapkan kasus ini bermula dari laporan korban, FA, warga Jalan Arwana Tenggarong, Kabupaten Kukar. Saat kejadian, Kamis 7 Desember 2017, sekira pukul 11.00 Wita, korban yang baru selesai berbelanja di salah satu swalayan di Kelurahan Timbau dihampiri para pelaku yang berpura-pura menanyakan panti asuhan terdekat karena ingin menyumbangkan uangnya sebesar Rp100 juta.

"Korban dijanjikan mendapat 15 persen dari uang yang akan disumbangkan, sehingga korban tergiur," kata AKBP Anwar Haidar, Senin (11/12/2017).

Kemudian korban mengantarkan ke panti asuhan dengan menaiki mobil milik para pelaku. Dalam perjalanan pulang usai menunjukkan panti asuhan yang dimaksud, mereka memerintahkan korban pulang dulu ke rumahnya untuk mengambil buku tabungan.

Selanjutnya para pelaku mengarahkan korban ke bank untuk membuat kartu ATM. Setelah selesai, ketiganya mengajak korban ke mesin ATM untuk mengecek isi saldo tabungan.

"Saat berada di ATM inilah dimanfaatkan para pelaku untuk melihat PIN korban, dan dengan cepat tangan pelaku menukar kartu ATM korban dengan ATM yang sudah disiapkan pelaku yang sudah kedaluwarsa yang sama dengan ATM milik korban," paparnya.

(Baca: Nenek 80 Tahun Dihipnotis, Emas 90 Gram Raib)

Usai berhasil memerdaya korban, para pelaku berusaha meninggalkan korbannya dan berjanji akan menemui lagi sore sekira pukul 17.00 Wita. Lantaran tak kunjung datang, korban menyuruh anaknya, EW, mengecek isi tabungan, namun ternyata kartu ATM tersebut rusak.

"Pada saat itulah korban baru sadar telah ditipu," ungkap AKBP Anwar Haidar.

Selanjutnya korban menelepon layanan call center minta rekening/kartu ATM-nya diblokir. Keesokan harinya koban datang bank untuk meminta print-out buku tabungan, namun ternyata saldo di rekeningnya telah ludes.

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung bergerak cepat, dan berhasil meringkus para pelaku. HS ditangkap di tempat persembunyiannya di Gang 8 Samarinda Seberang. Fth diamankan saat berada di Jalan Kemakmuran, Samarinda. Lalu AI diciduk di Kilometer 10 Loa Janan, Kabupaten Kukar.

Adapun barang bukti yang disita yakni uang tunai Rp17.800.000, satu mobil Xenia KT 1072 ZZ, satu ATM Bank Danamon, empat ATM BNI, satu ATM BPD Bali, tujuh ATM BRI, satu ATM Mandiri, satu ATM Mandiri Syariah, dan dua ATM BCA.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini