nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Yerusalem, Umat Islam Jabar Tuntut Pemerintah AS Tarik Pernyataannya

Oris Riswan, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 11:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 11 525 1828401 polemik-yerusalem-umat-islam-jabar-tuntut-pemerintah-as-tarik-pernyataannya-O7N1WnmoKJ.jpg Demo menolak Yerusalem jadi ibu kota Israel. (Foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG – Ratusan orang yang tergabung dalam Solidaritas Umat Islam Jawa Barat untuk Palestina hari ini menggelar aksi di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Aksi tersebut dilakukan untuk menyikapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan sudah saatnya mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Berkenaan dengan hal itu, Solidaritas Umat Islam Jawa Barat mengutuk keras pernyataan Trump dan menuntut agar menarik dan membatalkan pernyataan tersebut," kata koordinator aksi, KH Ali Bayanullah al Hafidz, Senin (11/12/2017).

Ia menuturkan, akar permasalahan di Palestina adalah penjajahan yang dilakukan Israel. Kemudian muncul dukungan negara-negara penjajah, khususnya Inggris, yang membidani kelahiran Israel pada 1948, dan Amerika Serikat yang membesarkannya.

"Tanah Palestina adalah milik kaum Muslimin, berstatus tanah kharajiah hingga hari kiamat. Bumi Palestina dibebaskan oleh para pemimpin Islam sejak Umar bin Khattab sampai Shalahufin al Ayyubi dari tangan orang-orang kafir," ungkapnya.

(Baca: Soal Yerusalem, Hanura: Sikap Presiden Jokowi Sudah Tepat)

KH Ali melanjutkan, kondisi Palestina saat ini adalah tanggung jawab dan kewajiban umat Islam serta para pemimpin di seluruh dunia. "Oleh karena itu, pernyataan Trump adalah bagian dari sikap permusuhan yang nyata terhadap Islam dan kaum Muslimin," ucapnya.

"Maka, para penguasa Muslim saat ini harus melakukan jihad fi sabilillah dengan mengirimkan tentara Muslim untuk menghilang eksistensi penjajah Israel dan negara kafir imperialis pendukungnya dari Palestina," tegas KH Ali.

Sementara dalam aksi tersebut, massa membagikan berbagai poster dan membentangkan spanduk berisi ajakan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan.

Beberapa di antaranya bertuliskan 'Solusi Total Masalah Palestina adalah Jihad dan Khilafah' serta 'Kirimkan Tentata Muslim untuk Membebaskan Palestina dari Cengkeraman Penjajah'. Para orangtua, pemuda, laki-laki, perempuan, hingga anak-anak turut serta dalam aksi tersebut.

(Baca: Kebijakan AS soal Yerusalem, DPR: Dunia Internasional Harus Melakukan Perlawanan Diplomasi)

Sebagaimana diketahui, di antara umat Islam Indonesia yang mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pemerintah Indonesia pun meminta Negeri Paman Sam mempertimbangkan keputusan tersebut.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," tegas Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 7 Desember 2017.

Kepala Negara mengatakan, pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, di mana AS merupakan anggota tetapnya. "Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," ungkap Presiden Jokowi.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini