Image

Masih Maraknya Kasus Kekerasan terhadap Siswa Sepanjang 2017

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017, 15:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 11 65 1828530 kaleidoskop-2017-masih-maraknya-kasus-kekerasan-terhadap-siswa-itiQ4dXBDM.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA - Kasus kekerasan terhadap anak kian hari semakin meningkat. Hal ini tentu membuat kita miris. Komisioner KPAI Retno Listyari mengatakan, kurangnya pemahaman sekolah terhadap kebijakan-kebijakan yang diberlakukan kepada anak menjadi faktor meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2017.

Menurut Retno, ada beberapa budaya yang tidak sesuai untuk diterapkan terhadap anak. Misalnya, menganggap bahwa hukuman merupakan bentuk disiplin.

“Ada juga perlakuan sekolah yang tidak konsisten terhadap pelaku kekerasan. Misalnya, kepada dia sekolah tegas, tetapi kepada yang lainnya lebih lembut. Ketidakkonsistenan ini tidak akan memutus rantai kekerasan,” ujarnya kepada Okezone, Senin (11/12/2013).

Tidak hanya itu, sekolah juga sering menganggap remeh bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa.

“Seperti ‘kan cuma nyubit, kan cuma nyentil’. Padahal, tidak ada bentuk kekerasan yang bisa dibilang ‘cuma’,” tukasnya.

(Baca juga: KALEIDOSKOP 2017: Pendidikan Indonesia Masih Sangat Memprihatinkan)

Untuk itu, Retno menilai diperlukan sosialisasi dari kementerian terkait, sebab KPAI hanya bertugas mengawasi.

“Terkait inkonsistensi, harus konsisten. Juga diperlukan peran orang tua dalam mendidik anak di luar sekolah,” sahutnya.

Ia menambahkan, sosialisasi juga tidak bisa berjalan sendiri, “Harus ada pelatihan. Sebab, banyak guru yang tidak mengerti bagaimana menangani hal ini,” tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini