nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Reklamasi, Kemen PUPR Minta Publik Tak Perlu Alergi

ant, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 01:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 12 337 1828878 soal-reklamasi-kemen-pupr-minta-publik-tak-perlu-alergi-mrYlyS4rJ2.jpg Reklamasi Teluk Jakarta (Foto: Ant)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) meminta masyarakat agar tidak alergi terhadap reklamasi karena banyak kota lain di dunia juga melakukan reklamasi.

Dalam siaran pers yang diterima Senin 11 Desember 2017, beberapa kota besar di dunia yang melakukan reklamasi di antaranya Osaka dan Tokyo (Jepang), Shanghai (China), serta Singapura.

Staf Khusus Menteri PUPR Bidang Sumber Daya Air Firdaus Ali, mengungkapkan, perbandingan Jakarta dengan Singapura yang luasnya hampir sama dengan Jakarta hanya memiliki penduduk 4,9 juta, sehingga ruang terbuka hijaunya mencapai 48 persen, sementara Ibu Kota negara Indonesia ini dengan penduduk 13 juta jiwa hanya memiliki ruang terbuka hijau 9,8 persen.

"Mau menambah menjadi 14 persen saja sulit karena tidak ada ruangnya," kata Firdaus Ali.

(Baca Juga: Ini Alasan Anies Cabut Raperda Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta)

Menurut Firdaus, aspek politis dalam proyek reklamasi di Indonesia, khususnya Jakarta, yang terlalu dominan membuat terjadinya pengaburan kepentingan negara dan masyarakat yang lebih besar. 

Dia mencontohkan, saat kontestasi Pilkada Jakarta beberapa waktu lalu, alasan apa pun termasuk menghentikan reklamasi dapat digunakan untuk meningkatkan elektabilitas calon. Padahal, lanjut Firdaus, tidak ada negara di dunia yang ibukotanya memiliki kondisi teluk separah Jakarta.

Firdaus mengingatkan bahwa reklamasi merupakan solusi yang paling konkret untuk memperbaiki kondisi lingkungan di Teluk Jakarta.

"Masalah lingkungan itu ada solusinya, di mana pun masalah lingkungan ini ada, tetapi kalau ini dikapitalisasi menjadi fitnah itu tidak ada solusinya," tegas Firdaus.

Pakar Geoteknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Profesor Herman Wahyudi mengatakan reklamasi termasuk di Teluk Jakarta merupakan proyek biasa yang tidak perlu ditakutkan.

Berbagai kendala teknis yang dihadapi juga dapat diselesaikan sesuai dasar keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan. "Secara teknis reklamasi aman dan tidak ada persoalan," ujar Herman.

Dia mencontohkan, untuk mengantisipasi kekeruhan perairan sementara saat proses pengurukan, pelaksana proyek dapat memasang penghalang lumpur (silt barricade).

(Baca Juga: Soal Penghentian Proyek Reklamasi Tidak Akan Ada Solusi, jika...)

Selain itu, reklamasi yang dibangun dalam bentuk pulau-pulau yang terpisah dengan daratan juga sudah tepat. Hal ini dapat menghindarkan daratan dari banjir akibat luapan air laut. Layout posisi lahan reklamasi dibuat terpisah terhadap daratan utama dengan jarak lebih dari 100 meter.

Adapun penanggulangan banjir yang disebabkan sungai, antara lain dapat dilakukan dengan pembuatan tanggul, normalisasi sungai, serta pembuatan waduk pengendali banjir.

"Jadi, secara teknis semua ada solusinya," tegasnya.

Oleh karenanya, ia menyayangkan jika aspek politik mengenai reklamasi ini lebih dominan dibandingkan dengan pembahasan mengenai teknis reklamasi itu sendiri.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini