nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan yang Ditujukan ke Polda Bali

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 12 340 1829369 hakim-tolak-gugatan-praperadilan-yang-ditujukan-ke-polda-bali-wdACS3w1qh.jpg ilustrasi

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh mantan Dirut Bank of India, Ningsih Suciati, terhadap Polda Bali.

Hakim tunggal praperadilan, Ketut Suarta, dalam putusannya menyatakan bahwa tindakan Polda Bali menetapkan Ningsih Suciati sebagai tersangka kasus No Pol LP233/VI/2011/Bali/Dit Reskrim, tanggal 25-juni-2011 adalah sah menurut hukum.

Oleh karena itu, PN Denpasar memerintahkan Polda Bali untuk melanjutkan penyidikan dan mengembangkan berkas perkara tersangka Ningsih Suciati, atas tindak pidana perbankan pasal 49 ayat 1 dan 2.

"Pengadilan dengan ini menolak permohonan praperadilan pemohon tersangka(Ningsih) secara keseluruhan. Pengadilan menilai tindakan termohon (Polda Bali) yang menetapkan pemohon (Ningsih) sebagai tersangka adalah sah menurut hukum, sehingga berkas perkara LP233/VI/2011/Bali/DitReskrim,tanggal 25 juni 2011 tentang tindak pidana Perbankan harus tetap dilanjutkan," papar Ketut Suarta saat membacakan putusannya, Selasa (12/12/2017).

Tak hanya itu, hakim Ketut Suarta juga membebani pemohon dalam hal ini Ningsih untuk membayar biaya perkara gugatan praperadilan ini.

Sebelummya, kasus ini bermula saat Rita melaporkan Ningsih Suciati ke Polda Bali beberapa waktu lalu atas dugaan telah terjadinya perbuatan melawan hukum terkait tentang tidak adanya ketaatan pada peraturan dalam undang-undang (UU) tentang perbankan dan peraturan BI.

Dalam proses lelang secara keseluruhan diduga telah melanggar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan ketentuan UU tentang Hak Tanggungan. Dalam hal ini terkait lelang Villa Kozzy di Seminyak, Kuta, Bali beberapa waktu lalu.

Setelah diperiksa, ketika itu, Ningsih sempat ditetapkan statusnya sebagai tersangka pada 15 Desember 2011. Namun dalam perkembangannya, Polda Bali menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) pada 4 Juni 2014, terkait dengan perkara perbankan yang diadukan Rita tersebut.

Menyikapi adanya SP3 itu, Rita kemudian mempraperadilankan Polda Bali ke PN Denpasar dengan No 05/pid pra/2016/PN Dps, sehingga akhirnya turun keputusan atau penetapan dari PN Denpasar tertanggal 29 Maret 2016. Dalam putusannya PN Denpasar menilai penerbitan SP3 tidak sah. Selanjutnya PN Denpasar memerintahkan Polda Bali agar membuka atau melanjutkan penyidikan kembali laporan Rita.

(Baca Juga: Ketika Putusan Praperadilan Dipraperadilankan)

Setelah dilakukan penyidikan ulang, Polda Bali kembali memeriksa dan menetapkan Ningsih sebagai tersangka karena adanya putusan praperadilan dari PN Denpasar,dan pihak Polda Bali telah menerbitkan SPDP atas kasus tersebut,dan telah diterbitkan P19 oleh Kejaksaan Tinggi, Bali. Namun ternyata, Ningsih justru mencoba mempraperadilankan Polda Bali.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini