Pertumbuhan Internet Massif, Literasi Digital Didorong Masuk Kurikulum Pendidikan

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 13 Desember 2017 12:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 13 65 1829626 pertumbuhan-internet-massif-literasi-digital-didorong-masuk-kurikulum-pendidikan-XqNrh2JqLW.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Di tengah pertumbuhan teknologi internet dan perkembangan media sosial yang massif, penting untuk mengkampanyekan literasi digital. Kantor Staf Presiden/KSP Bidang Informasi A. Wisnuhardana mengatakan pentingnya literasi digital untuk menyehatkan komunikasi antar warga di media sosial.

"Saat ini, teknologi internet dan media sosial memiliki peran signifikan. Ironisnya, masih banyak hoax dan konten-konten yang negatif. Kita harus bergerak bersama, menyingkirkan konten-konten sampah, lalu memproduksi konten-konten kreatif dan inspiratif untuk menyegarkan kembali media sosial dan media digital kita," ungkap Wisnu dalam diskusi "Literasi Digital untuk Masa Depan Generasi Milenial", yang dihelat di Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Wisnu menyampaikan bahwa pemerintah sangat serius mendorong transformasi digital. "Presiden Joko Widodo serius dengan transformasi digital, untuk mendorong industri kreatif. Generasi milenial diharapkan melahirkan kreator yang mampu menginspirasi Indonesia dan dunia, dengan startup dan unicorn bisnis yang membantu menjawab kebutuhan publik," jelas Wisnu.

(Baca juga: Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel, KPAI Akan Panggil Penerbit Yudhistira)

Sementara itu, Hasan Chabibie dari Pustekkom Kemdikbdud mengatakan, literasi digital penting agar warga khususnya generasi milenial tumbuh dalam suasana media digital yang kondusif, jauh dari kebencian.

"Saat ini, ketika diskusi-diskusi tentang cerdas bermedia sosial telah massif, bagaimana mencreate isu ini menjadi kepentingan bersama? Bagaimana cara sinergi dan bergerak bersama-sama, lintas institusi?" ungkapnya.

Hasan mendorong, literasi digital menjadi isu bersama, yang dikawal pemerintah, ormas dan komunitas, untuk membuka ruang kreativitas dengan teknologi digital.

Komisioner KPI, Ubaidillah Sadewa, berharap literasi digital menjadi isu bersama. "Sekarang ini, generasi muda harus didorong untuk kreatif dan produktif di media sosial. Perdebatan dan sengketa di ruang digital, tidak menarik bagi anak muda. Mereka tertantang dengan kreativitas, dan kompetisi ide yang mendorong eksistensi dan kemandirian finansial," ungkapnya.

Pengurus Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI-NU), Hamzah Sahal mengusulkan pentingnya literasi digital masuk ke kurikulum. "Saya kira harus ada adab, etika bermedia sosial. Apakah ini mungkin masuk ke kurikulum pendidikan kita? Sangat mungkin, karena ini strategis," jelas Hamzah.

Diskusi Literasi Digital ini diakhiri dengan kesepakatan sinergi antarpihak, dari KSP, Pustekkom Kemdikbud, KPI, dan RMI-PBNU untuk bersama mengkampanyekan literasi di ranah digital. Selain itu juga mendorong untuk memasukkan Literasi Digital dalam kurikulum pendidikan, baik di pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini