nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Mbah Tarti Penderita Gondok dengan Tabah Urus 4 Anak Gangguan Jiwa

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 16:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 14 512 1830368 kisah-mbah-tarti-penderita-gondok-dengan-tabah-urus-4-anak-gangguan-jiwa-tzX8gIUpOP.jpg Mbah Tarti tabah mengurus 4 anaknya yang menderita gangguan jiwa (Foto: Solopos)

WONOGIRI - Sejak beberapa bulan lalu, Mbah Tarti (80), hanya bisa melakukan pekerjaan ringan seperti menyapu lantai rumahnya. Benjolan besar di lehernya karena sakit gondok itu membatasi aktivitasnya.

Padahal warga Kepuh RT 001/ RW 001 Plosorejo, Kismantoro, itu harus mengurusi keempat anaknya yang mengalami gangguan jiwa, yakni Parni (60), Parman (51), Partin (43) dan Lami (32). Bahkan, keempatnya tidak bisa berbicara dengan baik.

Tak heran, bahasa isyarat menjadi satu-satunya cara berkomunikasi keluarga itu. Rumahnya sebagian berdinding anyaman bambu, sebagian dinding kayu, dan alas rumah berupa tanah. Atap, seng, dan usuk di rumah itu tampak lebih baru karena direnovasi pada 2013 dengan bantuan pemerintah setempat.

Dikutip dari laman Solopos.com, saat disambangi di rumahnya pada Rabu 13 Desember 2017 Mbah Tarti hanya duduk di atas tikar bersama ketiga anaknya, Parni, Parman, dan Partin. Sementara anak bungsunya, Lami berada di luar rumah.

Saat Lami melihat ibunya, Mbah Tarti langsung melambaikan tangan ke arah Lami seakan meminta anak bungsunya segera masuk rumah karena gerimis. Seketika Lami masuk ke rumah bergabung dengan kakak-kakaknya.

Mbah Tarti mengaku tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menyapu dan aktivitas lainnya. Meski keempat anaknya mengalami gangguan jiwa, mereka tetap bisa mencari uang meskipun tak seberapa. "Anak-anak ada yang bekerja mencangkul, ada yang menanam,” ucap Mbah Tarti.

Meski begitu, kebutuhan sehari-hari keluarga Mbah Tarti tidak lepas dari uluran tangan para tetangganya. Penebusan beras untuk rakyat miskin dilakukan tetangganya. Tetangganya juga sering membagikan rezeki kepada keluarga Mbah Tarti.

“Meski dalam keterbatasan, mereka tetap bisa bercocok tanam,” kata Kepala Dusun Kepuh, Plosorejo, Kismantoro, Suyarto.

Suyarto menegaskan, Mbah Tarti mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dia juga mengungkapkan Mbah Tarti tahun ini diajukan masuk Program Keluarga Harapan dengan dana bantuan senilai Rp10 juta-Rp15 juta setahun. Namun, pengajuan itu tak diloloskan karena syaratnya harus ada anak balita atau ibu hamil. “Tahun depan, akan ada bantuan program lainnya,” kata Suyarto.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini