Buku IPS Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Sudah Direvisi

Susi Fatimah, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 16:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 14 65 1830388 buku-ips-sebut-yerusalem-ibu-kota-israel-sudah-diralat-93uCuEIQu2.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Sebelumnya ramai diberitakan buku kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah kurikulum 2006 menyebutkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemdikbud Totok Suprayitno mengatakan buku tersebut kini sudah diralat. Pemberitahuan ralat konten buku tersebut segera disebarluaskan ke sekolah-sekolah melalui dinas pendidikan setempat.

“Konten dalam buku tersebut diralat menjadi, ibukota negara Israel sebagai Tel Aviv,” ujar Totok Suprayitno dalam jumpa pers di kantor Kemendikbud, Kamis (14/12/2017).

Totok menegaskan, sikap politik luar negeri Indonesia tidak mengakui penjajahan, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 Alinea I yang menyatakan bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusian dan prikeadilan. Oleh karena itu, upaya penguasaan Yerusalem oleh Israel yang diawali pada Perang Arab-Israel tahun 1948 dinilai tidak sesuai dengan konstitusi negara Indonesia.

“Indonesia sejak awal mempunyai komitmen dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” disampaikan Totok.

(Baca juga: Pelajar Tangerang Ubah Cangkang Kerang Hijau Jadi Penetralisir Limbah Laut)

Sejak 1947, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengajukan untuk menetapkan wilayah Yerusalem menjadi wilayah mandat internasional. Yerusalem Timur dikuasai Israel sejak Perang Arab-Israel 1967. Pada tahun 1980, Israel melalui “Hukum Yerusalem”, mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tindakan tersebut menimbulkan reaksi dari Dewan Keamanan PBB dengan mengeluarkan resolusi nomor 478 tahun 1980 yang menentang “Hukum Yerusalem”.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini