Babak Baru MH370, Keluarga Korban Terbang ke AS untuk Gugat Boeing

ant, · Jum'at 15 Desember 2017 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 15 18 1830888 babak-baru-mh370-keluarga-korban-terbang-ke-as-untuk-gugat-boeing-5UFELqRVQU.jpg Peringatan 3 tahun hilangnya Malaysia Airlines MH370. (Foto: Reuters)

BEIJING - Kelanjutan kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 memasuki babak baru. Keluarga korban akan bertolak ke Amerika Serikat (AS) pekan depan dan mengajukan gugatan hukum kepada perusahaan pembuat pesawat tersebut, Boeing.

Seperti diketahui, MH370 hilang dalam perjalanan menuju Beijing pada 2014. Nasib ratusan penumpang dan awaknya hingga kini tidak diketahui.

"Gugatan akan mulai diajukan pada Selasa depan di Washington dengan pokok perkara apakah pesawat MH370 sesuai standar kualitas atau ada persoalan lain dalam perancangan dan pembuatannya," kata pengacara Zhang Qihuai yang mendapat kuasa dari keluarga para korban dalam proses hukum kasus itu, sebagaimana dikutip media resmi China yang dipantau Antara di Beijing, Jumat (15/12/2017).

Pesawat milik maskapai penerbangan berbendera Malaysia itu hilang dari pantauan radar saat melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China pada 8 Maret 2014. Pesawat nahas tersebut mengangkut 239 penumpang, termasuk 154 di antaranya berkewarganegaraan China.

BACA JUGA: Tiga Tahun Hilangnya MH370, Malaysia Laporkan Penyelidikan Terbaru  

Satu Tahun Hilangnya Malaysia Airlines MH370

Keluarga korban hilangnya MH370 dalam peringatan satu tahun peristiwa tragis tersebut. (Foto: Reuters)

Zhang mengaku mendapat kuasa dari 60 penggugat karena litigasi melibatkan 28 penumpang MH370 asal China dan sedikitnya dua keluarga korban menemuinya agar berinisiatif mengajukan gugatan hukum. Semua penggugat menuntut pemberian kompensasi dari Boeing.

"Namun beberapa keluarga korban mengajukan tuntutan dengan nilai berbeda yang tidak bisa diungkap sekarang," kata Zhang sebagaimana dikutip China Daily.

Wen Wancheng (67) yang anaknya menjadi korban dalam penerbangan itu bertolak ke AS, Sabtu (16/12), mewakili salah satu penggugat.

"Sebagai anggota keluarga, saya pikir perlu untuk meminta keterangan di AS," ujarnya.

Seorang juru bicara Boeing, Kamis (14/12), menyatakan bahwa perusahaannya tidak berkomentar atas gugatan tersebut.

"Pikiran kami masih tercurahkan kepada keluarga, teman, dan kolega yang berada di dalam pesawat MH370 tersebut," ujarnya.

"Yang paling penting untuk diperhatikan oleh pemerintah Malaysia adalah investigasi hilangnya MH370 masih terbuka karena penyebabnya belum bisa bisa dipastikan," katanya.

"Boeing terus mendukung investigasi tersebut dan bersedia mengirimkan penasihat teknis sesuai arahan lembaga investigasi pemerintah Malaysia," ujarnya menambahkan.

Puing Pesawat Diduga Milik MH370

Puing pesawat diduga milik MH370 ditemukan di Pulau Reunion, 29 Agustus 2015. (foto: Reuters)

Pada November lalu, sidang praperadilan atas gugatan berbeda dalam kasus tersebut digelar di Pengadilan Transportasi Beijing. Sebanyak 37 kasus lainnya terkait hilangnya MH370 sudah siap disidangkan.

Di Beijing, keluarga para korban menuntut kompensasi yang nilainya berkisar antara 10 juta hingga 74,9 juta Reminbi atau RMB (Rp21 miliar hingga Rp157,3 miliar) dari lima pihak tergugat, yakni operator Malaysia Airlines, manajemen Malaysia Airlines Berhad, Boeing, pembuat mesin pesawat Rolls-Royce, dan lembaga asuransi asal Jerman Allianz.

Sidang praperadilan digelar untuk mendapatkan pemahaman atas pandangan para penggugat sebelum sidang perkara tersebut digelar.

"Ini berarti persidangan kasus ini segera digelar, tapi kapan waktunya masih belum pasti," kata Zhang.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini