nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duh! Buku Ajar Ini Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel sejak 2009

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Jum'at 15 Desember 2017 12:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 15 65 1830746 duh-buku-ajar-ini-sebut-yerusalem-ibu-kota-israel-sejak-2009-2jEowhpOtT.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA – Tidak hanya Yudhistira, kesalahan konten yang memuat Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel juga dialami penerbit Intan Pariwara. Laporan ini diterima Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebelum melakukan panggilan kepada penerbit Yudhistira Senin 18 Desember 2017.

Dalam foto-foto yang diunggah masyarakat, KPAI menemukan fakta bahwa kedua buku tersebut telah beredar cukup lama, yaitu antara 2009 atau 2010. Setelah digunakan sekira 8 tahun, kasus ini baru heboh seiring pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump terkait status Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Israel.

“Para pelapor mengirimkan foto berupa sampul buku; halaman awal buku yang menyebutkan tahun terbit, penerbit, diperbanyak/dicetak, nama penulis; serta halaman buku materi negara-negara Asia,” terang Komisioner KPAI, Retno Listyarti dalam rilis yang diterima Okezone, Jumat (15/12/2017).

(Baca juga: Buku IPS Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Sudah Direvisi)

Pada buku terbitan Intan Pariwara, nama Yerusalem tercetak dalam kolom Ibu Kota negara Israel, diikuti 18 negara yang termasuk Asia Barat seperti Arab Saudi, Irak, Iran, Yaman, dan lain-lain.

Sementara, Yudhistira menaruh kesalahan itu pada nomor 7 sesuai abjad dalam tabel negara-negara Asia Barat. Palestina berada di urutan ke-12 dengan Ibu Kota diisi strip (-) alias kosong.

Yudhistira melalui nomor surat 12/Pnb-YGI/XII/2017 tanggal 12 Desember 2017 telah memberikan penjelasannya dan menyatakan World Population Sheet 2010 sebagai sumber data yang ia gunakan.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini