nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Memiliki Keterbatasan Fisik Tak Halangi Ni Luh Raih Prestasi di Kampus

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Senin 18 Desember 2017 11:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 15 65 1830852 memiliki-keterbatasan-fisik-tak-halangi-ni-luh-raih-prestasi-di-kampus-3PWDw7Sa9j.jpg Foto: Dok Udayana

JAKARTA – Ni Luh Adriani merupakan wisudawan yang mencuri perhatian. Sosoknya tidak seperti kebanyakan orang. Ia mengalami keterbatasan fisik, tubuhnya tidak tumbuh tinggi. Meski begitu, dari segi intelektual, Ni Luh tidak mau kalah dengan orang-orang normal.

Kemampuannya dalam melampaui keterbatasan membuat kagum Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K). Dalam pelepasan wisuda ke-124, ia mengaku bangga melihat Ni Luh mampu menyelesaikan studi di Jurusan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Unud dengan sangat memuaskan.

Dilansir dari laman Unud, Senin (18/12/2017), atas prestasi yang berhasil ditoreh Ni Luh, Rektor memberi penghargaan sekaligus fasilitas khusus agar dirinya bisa melanjutkan studi ke jenjang S-2 tanpa Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama periode jabatan Rektor, yaitu 2021.

Penghargaan itu dinilai pantas diterima Ni Luh Adriani, satu-satunya mahasiswa dengan keterbatasan fisik yang pernah berkuliah di perguruan tinggi negeri di Bali itu. Semasa studi, putri pertama pasangan I Made Suastika dan Ni Ketut Sumiati juga menerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) tahun 2017.

(Baca juga: Duh! Buku Ajar Ini Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel sejak 2009)

Ia juga menyampaikan, tidak ada halangan berarti meskipun dirinya mengalami keterbatasan. Ni Luh banyak mendapat teman, aktif mengikuti diskusi tanpa perlakuan yang berbeda dari orang lain. Ia bahagia telah berhasil meraih gelar sarjana. Untuk dapat menyelesaikan semua itu, Ni Luh kerap memotivasi dirinya dengan kalimat, “Sweet day will be come, just try and smile”.

Ke depan, perempuan asal Banjar Penatahan Susut Bangli akan mengurungkan niatnya mencari pekerjaan, dan mulai berpikir melanjutkan studi S-2 dengan beasiswa yang ditawarkan. Rektor Unud juga berencana memberi kemudahan bagi penyandang disabilitas berprestasi untuk dapat melanjutkan pendidikan.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini