nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata! Buku Ajar Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Ditulis oleh Penulis yang Sama

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Jum'at 15 Desember 2017 15:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 15 65 1830876 ternyata-buku-ajar-sebut-yerusalem-ibu-kota-israel-ditulis-oleh-penulis-yang-sama-y3ifT2hi9H.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA – Setelah ramai dibicarakan buku salah konten yang dicetak Penerbit Yudhistira dan Intan Parawira, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menemukan fakta bahwa buku-buku tersebut ditulis oleh orang yang sama, yakni Irawan Sadad Sudirman dan Shandy Amalia.

Tidak hanya itu, penemuan juga berlanjut pada sampul kedua Buku IPS kelas VI Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang masih memuat logo “sesuai standar isi 2006” dan “buku BSE”. Artinya, buku-buku tersebut tidak sesuai dengan kurikulum 2013, tetapi masih digunakan.

“Ada indikasi, meski sudah berganti kurikulum 2013, namun ternyata masih banyak sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006 KTSP,” ungkap Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam rilis yang diterima Okezone, Jumat (15/12/2017).

(Baca juga: Duh! Buku Ajar Ini Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel sejak 2009)

Setelah ditelusuri, pada era pemerintahan Presiden SBY dengan Mekdiknas (sekarang Mendikbud) Muhammad Nuh membeli naskah-naskah tersebut dari para penulis untuk diunggah di laman website Kemendiknas melalui program Buku Sekolah Elektronik (BSE). Buku ini memiliki izin diperbanyak secara gratis kepada penerbit.

Adanya program penerbitan secara resmi oleh negara untuk diperbanyak penerbit-penerbit seperti Yudhistira dan Intan Pariwara bertujuan untuk menekan harga buku pelajaran agar terjangkau. Sayangnya, proses seleksi dan penilaian buku dinilai masih lemah.

Dalam hal ini, sambung Retno, KPAI meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk berkoordinasi mencari solusi bersama.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini