Share

Tepi Barat dan Gaza Memanas, China Gelar Simposium Perdamaian Palestina-Israel

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 16 Desember 2017 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 16 18 1831256 tepi-barat-dan-gaza-memanas-china-gelar-simposium-perdamaian-palestina-israel-34EZ8WaE7K.jpg Foto: Reuters

BEIJING – China akan menjadi tuan rumah simposium untuk pendukung perdamaian Palestina dan Israel pada 21 sampai 22 Desember 2017. Simposium perdamaian Palestina dan Israel itu adalah inisiatif yang digagas oleh Presiden Xi Jinping dan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas pada Juli.

BACA JUGA: Peringati Ulang Tahun Ke-30, Hamas Bersumpah Batalkan Keputusan AS Terkait Yerusalem

Diwartakan Straits Times, Sabtu (16/12/2017) simposium itu akan dihadiri oleh Penasihat Presiden Urusan Luar Negeri Palestina, Nabil Shaath dan Wakil Ketua Parlemen Israel, Knesset, Hilik Bar. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi juga akan menghadiri simposium tersebut.

Pada pertemuannya dengan Presiden Mahmoud Abbas pada Juli, Xi Jinping kembali menegaskan dukungannya agar Palestina menjadi negara yang merdeka, berdaulat penuh dengan wilayah berdasarkan perbatasan 1967 dan beribu kota di Yerusalem Timur.

Berdasarkan keterangan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, simposium tersebut bertujuan untuk menawarkan sebuah platform komunikasi bagi advokat perdamaian dari Palestina dan Israel serta memberikan ide baru untuk mempromosikan proses perdamaian.

Simposium itu akan digelar di tengah situasi yang memanas antara di Timur Tengah terkait pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang diumumkan Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Pengumuman itu memicu reaksi keras dunia internasional dan gelombang protes di berbagai negara dunia , terutama dari negara-negara Arab dan warga Palestina.

Pada Jumat, 2.500 orang ambil bagian dalam unjuk rasa yang digelar di Tepi Barat. demonstrasi berlangsung rusuh dengan massa yang melemparkan bom molotov ke arah tentara dan polisi di perbatasan Israel.

Tentara Israel menembak 40 orang warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam demonstrasi tersebut. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka di Tepi Barat dan 38 lainnya juga mengalami hal serupa di Gaza.

Sehari sebelumnya, Pemimpin Senior Hamas, Ismail Haniyeh bersumpah akan membuat AS membatalkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota suci tiga agama itu.

“Tidak ada negara adikuasa yang mampu menawarkan Yerusalem kepada Israel, tidak ada Israel yang seharusnya memiliki ibu kota bernama Yerusalem. Jiwa kita, darah kita, anak-anak kita dan rumah kita adalah korban untuk Yerusalem, " pada peringatan 30 tahun berdirinya Hamas.

BACA JUGA: Konflik Palestina-Israel, Ini Rumus 7P yang Bisa Jadi Solusi

Setidaknya 15 roket telah ditembakkan ke wilayah selatan Israel sejak Washington mengumumkan pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina pada 6 Desember. Tidak ada korban dari serangan-serangan tersebut. Sementara serangan udara Israel yang dilakukan sebagai pembalasan tembakan roket dilaporkan telah menewaskan dua pria Palestina.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini