nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhan AS Tidak Yakin Rudal Balistik Korut adalah Ancaman Mumpuni bagi Negaranya

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Sabtu 16 Desember 2017 10:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 16 18 1831286 menhan-as-tidak-yakin-rudal-balistik-korut-adalah-ancaman-mumpuni-bagi-negaranya-wCHDi80JxD.jpg Menhan AS Jim Mattis. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Jim Mattis mengatakan bahwa analisis berlanjut mengenai uji coba rudal terbaru Korea Utara (Korut). Mattis mengatakan bahwa dirinya tidak yakin rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru milik Korut menimbulkan ancaman yang akan segera terjadi di AS.

"Rudal tersebut belum terbukti menjadi ancaman yang mampu melawan kita saat ini. Kita masih melakukan analisis forensik," ungkap Mattis saat berada di Pentagon, dilansir dari Reuters, Sabtu (16/12/2017).

BACA JUGA: Korut Klaim Rudal Balistik Barunya Mampu Menjangkau Seluruh Daratan AS

Namun sayang, Mattis tidak menjelaskan lebih lanjut apa kekurangan pada rudal balistik terbaru itu yang menunjukkan bahwa rudal tersebut bukanlah ancaman yang mumpuni.

Sebelumnya setelah uji coba rudal balistik tersebut, Menhan Mattis langsung mengatakan bahwa rudal tersebut lebih tinggi daripada peluncuran rudal Korut sebelumnya. Mattis juga mengatakan bahwa rudal tersebut bukanlah untuk serangkan melainkan bagian dari usaha penelitian dan pengembangan. Guna pengembangan tersebut adalah untuk terus membangun rudal balistik yang dapat mengancam dunia pada dasarnya.

Para pakar di AS sebenarnya cukup skeptis terhadap klaim Korut bahwa negara komunis tersebut memiliki rudal dengan kekuatan yang cukup untuk memberikan hulu ledak nuklir ke daratan AS. Selain itu, beberapa pakar juga percaya bahwa Korut hanya bisa menjalani dua atau tiga tes untuk dapat menyatakan operasi rudal tersebut.

BACA JUGA: Korut Pamerkan Foto Rudal Raksasa ke Publik

Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa tes terakhir ini menempatkan Washington dalam jangkauan Korut, namun Pyongyang masih perlu membuktikan bahwa pihaknya telah menguasai area AS.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Rabu 29 November, Korut mengklaim telah berhasil menguji ICBM jenis baru yang bisa menjangkau semua daratan AS. Militer Korsel menerangkan, rudal tersebut diluncurkan pada sudut yang cukup tinggi, sehingga mampu terbang sejauh 960 kilometer (km) dan mencapai ketinggian sekira 4.500 km.

Peluncuran rudal tersebut sebenarnya sudah dideteksi oleh Jepang sejak Selasa 28 November. Tokyo mampu melacak sinyal radio yang tidak biasa dari Korut. Namun, sinyal tersebut dianggap belum cukup untuk dianggap sebagai pertanda peluncuran rudal.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini