nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serangan Bom Bunuh Diri di Gereja Pakistan Tewaskan 8 Orang dan Lukai 44 Lainnya

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Minggu 17 Desember 2017 19:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 17 18 1831774 serangan-bom-bunuh-diri-di-gereja-pakistan-tewaskan-8-orang-dan-lukai-44-lainnya-H7Ez7cc2fG.jpg Pihak keamanan tengah mengawasi keadaan gereja. (Foto: Xinhua)

ISLAMABAD - Sedikitnya delapan orang tewas dan 44 lainnya luka-luka dalam serangan bom bunuh diri di sebuah gereja di ibu kota salah satu provinsi di Pakistan, Quetta, pada Minggu 17 Desember. Hal tersebut disampaikan oleh pihak rumah sakit.

Laporan lokal mengatakan bahwa jumlah korban tewas mungkin akan meningkat karena sembilan korban luka dalam kondisi kritis. Diperkirakan sekira 10 sampai 15 kilogram (kg) bahan peledak digunakan dalam serangan tersebut.

BACA JUGA: Serangan Bom di Masjid Mesir, Penjagaan Bandara Internasional Kairo Diperketat

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Provinsi Balochistan Barat Daya, Sarfraz Bugti, mengatakan bahwa sekelompok terduga teroris yang beranggotakan empat orang menyerang gereja yang terletak di daerah Jalan Zarghoon di Quetta, ibu kota provinsi Balochistan.

Mendagri Bugti mengatakan salah satu pengebom bunuh diri tersebut ditembak mati oleh penjaga polisi di pintu masuk utama gereja tersebut sebelum dia dapat meledakkan roket peledaknya. Sementara yang kedua meledakkan dirinya di luar tembok gereja setelah dia terluka dalam penembakan. Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa kempat penyerang tersebut tidak berhasil masuk ke gereja. Sebelumnya, Bugti mengatakan bahwa salah satu penyerang berhasil masuk gereja dan meledakkan dirinya.

BACA JUGA: 27 Orang Tewas dalam Penembakan di Gereja Texas, Paus Fransiskus Ucapkan Belasungkawa

Dilansir dari Xinhua, Minggu (17/12/2017), setelah pembalasan dari polisi, dua penyerang berhasil melarikan diri dari lokasi tersebut. Bugti juga menambahkan bahwa pasukan kepolisian setempat telah membersihkan gereja tersebut dan sedang melakukan operasi pembersihan di daerah-daerah terdekat. Pada saat serangan, sekira 500 orang jemaat tengah melakukan ibadah pagi di gereja.

Pasca-pengeboman bunuh diri tersebut, keadaan darurat telah diumumkan di semua rumah sakit di kota. Setelah serangan tersebut, tim penyelamat, pasukan keamanan, dan polisi bergegas ke lokasi tersebut dan memindahkan jasad-jasad serta korban luka ke rumah sakit.

BACA JUGA: Kejar Pelaku Penembakan Gereja Texas, Begini Cerita Sang Pahlawan

Wakil Inspektur Jenderal Polisi Abdul Razzaq mengatakan bahwa jika pasukan keamanan tidak bertindak pada waktu yang tepat, jumlah korban mungkin akan lebih banyak dan ini adalah operasi yang sukses.

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shahid Khaqan Abbasi mengutuk serangan tersebut dan mengarahkan pihak berwenang yang bersangkutan untuk memberikan perawatan medis terbaik bagi orang-orang yang terluka. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini