nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jembatan Tua Ambrol, Satu Orang Terjatuh ke Sungai

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 17 Desember 2017 17:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 17 519 1831739 jembatan-tua-ambrol-satu-orang-terjatuh-ke-sungai-2dGeFDp0R7.jpg Jembatan tua di Malang ambrol setelah diterjang aliran sungai (Foto: Ist)

MALANG - Akibat usia yang sudah tua dan terus menerus digerus aliran sungai, sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Pulungdowo dan Desa Pandan Ajeng di Kecamatan Tumpang roboh.

Robohnya jembatan terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00. Saat kejadian, seorang pencari rumput bernama Buari (55) warga Dusun Baran, Desa Pulungdowo, RT 2 RW 9, ikut terjatuh ke dalam sungai bersama runtuhnya jembatan.

Menurut penuturan rekannya yang juga perangkat desa setempat, Muhammad Rabib mengatakan, saat Buari melintasi jembatan, dari jarak 1 meter dari sisi selatan jembatan sudah berbunyi dan tetap melanjutkan perjalanan.

"Baru melintasi 2 meter, jembatan roboh. Beliau berpegangan pada besi di sisi kiri yang ikut runtuh ke sungai. Sepeda motornya pun ikut terjatuh ke sungai," terangnya saat ditemui Okezone, Minggu (17/12/2017).

Beruntung, korban bisa diselamatkan dari derasnya sungai setelah bertahan pada besi jembatan dan ditolong warga. Namun saat ini ia masih mengalami trauma. Jembatan tersebut menurut penuturan Kepala Dusun Wilayah RT 1 RW 9 Desa Pulungdowo, Muhammad Rabib, memang sudah dibuat sejak lama yakni tahun 1993.

"Dibuat pertama pada 1993, dan sejak saat itu hingga sekarang belum ada pembenahan signifikan pondasi. Yang ada hanya perawatan seadanya," tambah Rabib.

Dua minggu lalu aparat setempat memamng melakukan penambahan cor semen, tapi hanya di sisi selatannya saja. “Mungkin pondasinya sudah keropos karena terkena air secara terus menerus, dan selalu dilewati dengan aktivitas warga," tuturnya.

Akibat putusnya jembatan dengan panjang 30 meter dengan lebar 3 meter ini, aktivitas warga Desa Pulungdowo menjadi terganggu terutama yang beraktivitas di pasar tradisional dan sekolah. Mereka harus mencari jalan alternatif lain yang lebih jauh melalui Tumpang.

Sementara itu, Babinsa Pulungdowo Koramil 0818/22 Tumpang, Subharianur, mengungkapkan sesuai instruksi atasannya akan dibuat jembatan darurat dari bambu untuk membantu aktivitas warga. "Malam ini akan kami rapatkan, dan rencananya akan dibangun jembatan sementara dari bambu,” jelasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini