nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Besar Unair Temukan Kandungan Madu untuk Penanganan HIV/AIDS

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Sabtu 23 Desember 2017 12:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 20 65 1833367 guru-besar-unair-temukan-kandungan-madu-untuk-penanganan-hiv-aids-GzbY9ChUyN.jpg Foto: Dok Unair

JAKARTA – Dalam orasi pengukuhannya, Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Prof. Dr. dr. R. Heru Prasetyo, M.S., Sp.Park., mengemukakan fokus penelitiannya mengenai potensi madu terhadap penanganan HIV/AIDS.

Dilansir dari laman Unair, Sabtu (23/12/2017), para peneliti di School of Medicine-Washington University telah melakukan penelitian dengan racun sengatan lebah. Hasilnya, sengatan lebah mampu menutupi sel T atau limfosit sehingga virus HIV tidak dapat mengenali target.

Ia menambahkan, madu juga dapat bertindak sebagai stimulant stem cells usus untuk regenerasi bila terjadi kerusakan epitel mokusa usus halus. Jadi, pemberian asupan madu tersebut diharap mampu diterapkan dalam regenerasi penerita HIV/AIDS yang mengaami kerusakan epitel mokusa akibat infeksi oportunistik cryptosporidium.

”Perbaikan epitel mokusa usus ini akan meningkatkan kembali imunitas mokusa usus sehingga dapat membentengi diri dari infeksi oportunistik parasit cryptosporidium,” jelasnya.

(Baca juga: Monika, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Raih Prestasi di Kampus)

Parasit itu muncul akibat kontak feses dan lebih berisiko pada kaum homosexual.

”Yang perlu diperhatikan pula, Cryptosporidiosis usus pada penderita HIV-AIDS dapat mengalami penyebaran ke paru-paru dan kadang disalahsangkakan sebagai gejala tuberkulosis,” tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini