Share

Kalender Nasional Korut Tidak Sertakan Ultah Kim Jong-un

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 22 Desember 2017 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 21 18 1834227 kalender-nasional-korut-tidak-sertakan-ultah-kim-jong-un-j04aCkcpnY.jpg Ultah Kim Jong-un, diyakini 8 Januari, masih berwarna hitam alih-alih merah sebagai penanda libur nasional (Foto: BBC)

PYONGYANG – Korea Utara (Korut) baru saja merilis kalender nasional resmi untuk 2018. Namun ada satu yang mencuri perhatian. Hari ulang tahun (ultah) sang Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un tidak disebutkan sama sekali dalam kalender resmi tersebut.

Putra bungsu Kim Jong-il itu diyakini lahir pada 8 Januari 1983. Pada tanggal tersebut, tepatnya Senin 8 Januari 2018, tidak ada tanda-tanda sebagai hari libur nasional. Hari itu tetap berwarna hitam, alih-alih merah sebagai penanda hari libur yang biasa terdapat di kalender.

Melansir dari BBC, Jumat (22/12/2017), dua hari libur nasional lainnya tetap ada dalam kalender. Seperti diketahui, 16 Februari adalah Hari Bintang Bersinar yang menandakan kehadiran Kim Jong-il ke dunia. Sementara itu 15 April, hari lahir pendiri negara Kim Il-sung, ditandai sebagai Hari Matahari.

Kedua hari libur nasional itu ditetapkan masing-masing ketika Jong-il dan Il-sung masih hidup. Namun, entah dengan alasan apa Korea Utara hingga kini belum secara resmi mengonfirmasi hari lahir Kim Jong-un sebagai libur nasional.

Kalender 2018 itu berhasil diperoleh oleh kanal Tokyo Broadcasting System (TBS) di Jepang. Kalender itu tersedia di hotel-hotel dan toko-toko buku di seluruh Korea Utara. Kalender tersebut juga dipastikan ada di restoran-restoran milik Korea Utara yang ada di luar negeri.

Ada yang berbeda dari kalender edisi 2018 itu. Jika biasanya gambar di kalender didominasi oleh militer atau keluarga Dinasti Kim, kali ini lebih banyak menampilkan foto barang-barang yang dihasilkan negara serba tertutup itu seperti minuman keras, ginseng, dan sepatu.

Harian Daily NK yang berbasis di Seoul, Korea Selatan (Korsel), mencatat bahwa hampir semua gambar di kalender itu berisi promosi barang-barang produksi Korut, selain juga keindahan alam dan makanan. Harian itu yakin bahwa penjualan kalender-kalender berisi propaganda sebelumnya tidak laku terjual.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini