nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria di Cirebon Lakukan Penipuan Rekrutmen PNS Demi Menikah Lagi

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 22:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 22 525 1834786 pria-di-cirebon-lakukan-penipuan-rekrutmen-pns-demi-menikah-lagi-SYtPA9UVOf.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

CIREBON - Satreskrim Polres Cirebon mengamankan Surono (43) yang merupakan PNS di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, pasalnya Surono diduga melakukan penipuan kepada rekan kerjanya dengan menjanjikan menjadikannya Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kasat Reskrim Polres Cirebon, AKP Reza Arifian mengatakan penangkapan pelaku berawal dari laporan empat korban yang merupakan rekan kerjanya yakni Sutina (53), Sarika (54), Juda (52) dan Purnomo (54), semuanya merupakan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Para korban mengaku ditipu oleh pelaku dengan menyerahkan sejumlah uang dan dijanjikan keluarga mereka dijadikan PNS.

"Modus pelaku menjanjikan keluarga korban untuk menjadi PNS dilingkungan Pemkab Cirebon, para korban menyerahkan sejumlah uang dengan bervariasi ada yang sebesar Rp 50 juta dan Rp 60 juta, total kerugian keempat korban sebesar Rp 175 juta," terangnya, Jumat (22/12/2017).

Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu lembar surat pernyataan pelaku, satu lembar kwitansi penyerahan uang dan satu lembar kwitansi penerimaan uang.

Kini, lanjutnya, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres dan kasus ini masih didalami yang dikhawatirkan adanya korban-korban lainnya yang belum melapor. Akibat perbuatannya, pelaku terjerat Pasal 378 KUHPidana dengan ancama 4 tahun penjara.

Sementara, Surono sendiri sudah sejak 2009 menjadi PNS, Ia mengaku bahwa telah melakukan penipuan dari 2015 bekerjasama dengan orang yang berada di lingkungan dinas. Adapun pembagiannya, tersangka dapat 90% dari hasil penipuan, dan orang yang masih dicari polisi senilai 10%.

Yang parah, uang hasil penipuan tersebut digunakan pelaku untuk kebutuhan sehari-hari dan menikah lagi. "Pelaku sudah miliki dua istri," pungkas Reza.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini