Image

Korban Tewas Badai Filipina Bertambah, 159 Orang Masih Hilang

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Senin 25 Desember 2017, 02:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 25 18 1835452 kembali-bertambah-korban-tewas-badai-filipina-jadi-200-orang-MvQUUrJz4w.jpg Badai tropis memicu banjir di Filipina dan sebabkan ratusan orang tewas. (Foto: AFP)

MANILA - Badai tropis yang memicu banjir dan tanah longsor hingga detik ini telah menewaskan sedikitnya 200 orang. Jumlah ini kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat banyak korban hilang yang belum ditemukan. Sebanyak 135 orang tewas dan 72 lainnya hilang di wilayah bagian utara Mindanao yang dilanda longsor.

Kemudian 47 orang tewas dan 72 lainnya hilang di semenanjung Zamboanga. Dan 18 korban tewas berasal dari Provinsi Lanao del Sur lalu sisanya tersebar di beberapa wilayah lain. Bencana ini juga telah menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggalnya. Duka warga Filipina kembali bertambah dengan terjadinya insiden kebakaran di sebuah mal di Davao yang menewaskan 37 orang.

BACA JUGA: Jumlah Korban Tewas Akibat Badai Tropis di Filipina Capai 182 Orang

"Jumlah tersebut masih sangat mungkin untuk terus meningkat karena kami juga terus menerima laporan bertambahnya korban. Kami perlahan memulihkan aliran listrik dan komunikasi di daerah yang sempat terputus karena terkena dampak," ujar Juru Bicara Kepolisian Mindanao, Inspektur Lemuel Gonda.

Sebagaimana diwartakan Strait Times, Senin (25/12/2017), tingginya jumlah korban tewas disebabkan karena sebagian warga menolak mengungsi ke tempat aman saat terjadi bencana. Sementara itu, sebuah sumber menuturkan, jumlah korban hilang di seluruh wilayah Filipina mencapai 159 orang.

BACA JUGA: Mal di Filipina Terbakar, 40 Orang Tewas

Jumlah warga yang harus mengungsi diperkirakan mencapai 70 ribu orang. Mereka diketahui meninggalkan rumah tanpa membawa harta benda. "Orang-orang meninggalkan semua harta benda mereka saat pergi dari rumah untuk menyelamatkan diri," ujar seorang petugas Palang Merah Internasional, Patrick Elliott.

Tentara, polisi dan para sukarelawan masih terus berjuang serta berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan para korban. Federasi Internasional Palang Merah (IFRC) menyatakan, hujan deras yang masih terus mengguyur menghambat proses pencarian.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini