Image

Korut Sebut AS Takut dengan Nuklirnya, Korban Tewas Badai Filipina Capai 200 Orang

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Senin 25 Desember 2017 07:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 25 18 1835489 korut-sebut-as-takut-dengan-nuklirnya-korban-tewas-badai-filipina-capai-200-orang-AFo06X1cNf.jpg Rudal Hwasong-15 milik Korut. (Foto: KCNA)

KOREA Utara (Korut) nampaknya tak begitu saja mau menerima sanksi yang dijatuhkan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada mereka. Sanksi yang diketahui dirancang Amerika Serikat (AS) itu diprediksi akan mampu 'menampar' keras negara tertutup itu. Sementara itu, Korut menilai sanksi ini diberikan lantaran Negeri Paman Sam takut dengan perkembangan teknologi rudal milik mereka.

Sementara itu, salah satu Negara di Asia Tenggara yakni Filipina saat ini tengah diterpa musibah mengerikan berupa badai tropis yang memicu longsor dan banjir. Musibah ini bahkan telah menyebabkan ratusan nyawa melayang dan ratusan lainnya hilang. Hal ini menjadi kisah penutup tahun yang kelam bagi Filipina.

Korut Sebut AS Takut dengan Nuklirnya

Korut menyatakan sanksi terbaru yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB menunjukkan bukti bahwa AS takut dengan kekuatan nuklir mereka. Hal ini lantaran Negeri Paman Sam diketahui sebagai perancang sanksi yang menutup akses impor hampir 90% minyak mentah ke Korut itu.

BACA JUGA: Dijatuhi Sanksi Baru, Korut: AS Takut dengan Nuklir Kami

Korut bahkan mengejek AS semakin gila demi menjatuhkan berbagai sanksi. Selain itu, musuh bebuyutan sekaligus saudara kembar Korea Selatan (Korsel) ini juga menyebut sanksi sebagai tindakan perang dan sama dengan blokade menyeluruh. Pyongyang lantas mengancam akan menghukum semua yang mendukung sanksi tersebut.

BACA JUGA: Dewan Keamanan PBB Berlakukan Sanksi Baru untuk Korea Utara

DPRK (nama resmi Korut) meminta agar AS tidak seharusnya melupakan fakta bahwa negara kedua seperti Korut mampu dengan cepat menjadi negara strategis yang memunculkan ancaman nuklir bagi Negeri Paman Sam. Pyongyang lantas mengalihkan tudingannya kepada negara-negara pendukung resolusi.

Korban Tewas Badai Filipina Capai 200 Orang

Badai tropis yang memicu banjir dan tanah longsor hingga detik ini telah menewaskan sedikitnya 200 orang. Jumlah ini kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat sebanyak 159 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana ini juga membuat sekira 70 ribu warga mengungsi dari rumah mereka.

BACA JUGA: Korban Tewas Badai Filipina Bertambah, 159 Orang Masih Hilang

Filipina memang dikenal rawan akan bencana badai tropis. Negara tersebut bisa saja dihantam 20 badai dalam kurun waktu satu tahun. Peringatan dini juga rutin diterbitkan oleh pemerintah. Akan tetapi, jumlah korban akibat badai tropsi Tembin yang melanda pada Jumat 22 Desember dini hari waktu setempat adalah sebuah kejutan lainnya.

BACA JUGA: Mal di Filipina Terbakar, 40 Orang Tewas

Duka warga Filipina kembali bertambah dengan terjadinya insiden kebakaran di sebuah mal di Davao. Mal NCCC itu trbakar sejak Sabtu 23 Desember pagi hingga Minggu 24 Desember sore waktu setempat dan menewaskan sedikitnya 37 orang.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini