nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Otoritas Vietnam Tahan 15 Orang yang Berencana Mengebom Bandara Ho Chi Minh City

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Rabu 27 Desember 2017 20:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 27 18 1836577 otoritas-vietnam-tahan-15-orang-yang-berencana-mengebom-bandara-ho-chi-minh-city-K6GlgbKGUO.jpg Bandara Ho Chi Minh City, Vietnam. (Foto: Wikipedia)

HANOI - Kepolisian Vietnam menahan 15 orang yang berencana mengebom bandara terbesar di negara tersebut yakni Bandara Ho Chi Minh City. Polisi berhasil mengagalkan aksi pengeboman di bandara yang juga dikenal dengan nama Bandar Udara Internasional Tân Sơn Nhất setelah beberapa penumpang menemukan kotak-kotak mencurigakan tergeletak sembarangan.

Mendapatkan laporan dari penumpang, petugas langsung memeriksa isi kotak tersebut yang diketahui berisi alat peledak. Beruntung, alat peledak itu berhasil ditangani dan dijinakan sebelum menimbulkan korban jiwa. Surat kabar Phap Luat (The Law) melaporkan, ke-15 orang tersebut ditangkap dengan cepat dengan dakwaan melakukan tindak terorisme dan menentang pemerintahan rakyat.

BACA JUGA: Australia Gagalkan Rencana Serangan Teror Malam Tahun Baru

Bom yang digunakan para tersangka diketahui merupakan jenis bom molotov. Sebagaimana disitat dari Reuters, Rabu (27/12/2017), para tersangka telah menjalani persidangan dan mengganjar mereka dengan hukuman belasan tahun penjara. Salah satu terdakwa bernama Dang Hoang Thien diketahui berperan menjadi perakit bom dan mendapat hukuman paling berat.

Dang Hoang Thien diketahui diganjar dengan 16 tahun kurungan penjara, sementara rekan-rekannya dihukum 14 tahun kurungan. Hukuman bagi teroris diketahui cukup ketat di Vietnam. Tak jarang para terdakwa mendapat hukuman mati. Dalam persidangan para pelaku mengaku merancang rencana ekstrem tersebut atas sebuah perintah atau intruksi dari kelompok teroris internasional.

BACA JUGA: Kepolisian Italia Gagalkan Rencana Pengeboman Jembatan Ikonik Venezia

Perintah itu didapatkan melalui sosial media. Sayangnya, pihak berwenang menolak untuk memberitahu identitas kelompok pemberi perintah tersebut. Vietnam diketahui menjadi salah satu dari 10 negara dengan jumlah pengguna aplikasi Facebook tertinggi di dunia. Atas insiden ini, Pemerintah Vietnam berencana meningkatkan kontrol internet lebih ketat dan meluncurkan unit cyber militer untuk melawan propaganda ekstrem yang disebar secara online.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini