Cegah Longsor, DPRD Surabaya Minta Pemkot Bangun Turap di Sungai Kalitebu

ant, Jurnalis · Rabu 27 Desember 2017 07:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 27 519 1836181 -1Cme4ynXfj.jpg ilustrasi

SURABAYA - Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota memasang plengsengan atau turap di sepanjang Sungai Kalitebu khususnya di kawasan Kelurahan Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya Camelia Habibah, di Surabaya, Rabu 27 Desember 2017, mengatakan pemasangan plengsengan ini menjadi kewajiban Pemkot Surabaya agar tidak terjadi longsor di kawasan tersebut. "Kami sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum terkait pemasangan plengsengan di Kalitebu dan ternyata pada 2017 tidak ada anggarannya," katanya.

Menurut dia, pihaknya mendapat laporan dari warga setempat kalau ada longsor di dekat jembatan Sungai Kalitebu. Untuk itu, ia meminta agar plengsengan di Kali Tebu menjadi program prioritas pada 2018.

"Mumpung anggaran belanja 2018 belum dimulai dan plot anggaran belum ditentukan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, di dekat jembatan juga sudah pernah longsor dan di sepanjang Kalitebu juga terdapat beberapa sekolah yang tentu banyak dilewati anak-anak. "Saya yakin akan ada longsor lagi, karena kami sudah cek, pemkot hanya melakukan penanganan longsor itu hanya sementara," katanya.

Salah seorang warga RW 3 Tanah Merah Kelurahan Tanah Kalikedinding, Budi Buceng menyayangkan sungai Kalitebu dengan lebar 21 meter dan panjang 1.505 meter yang memanjang di kampungnya tidak memiliki plengsengan.

Kondisinya, lanjut dia, sungai tersebut hanya berjarak lima meter dari permukiman saat ini sering dikeruk dengan alat berat. Ia khawatir akan menimbulkan longsor dan membahayakan warga dan pengendara lalu lintas yang biasa melintas di kampung mereka.

Ia mengatakan di sepanjang tahun 2017 ini, sudah ada kejadian dua kali jalan ambrol akibat tergerus aliran sungai. "Sudah dua kali jalan ambrol. Tepatnya di depan SDN Tanah Kalikedinding. Itu efek pengerukan dan memang sungainya tidak ada plengsengannya," kata Budi yang juga penasihat Komunitas Peduli Kalitebu.

Setelah ada jalan longsor, warga sudah mengajukan agar sungai Kalitebu segera dilakukan pemasangan plengsengan. Namun, sayangnya pengajuan itu belum dikabulkan dan jalan yang ambrol hanya ditambal saja tanpa membangunkan plengsengan di sungai Kalitebu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini