nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi: Kasus Penusukan di Bandung Tak Terkait Bentrok Antar-Tukang Ojek

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 27 Desember 2017 01:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 27 525 1836097 polisi-kasus-penusukan-di-bandung-tak-terkait-bentrok-antar-tukang-ojek-TM6Dfk52wg.jpg Kapolres Bandung Kombes Hendro Pandowo (Foto: CDB Yudistria)

BANDUNG - Rohmat Sarjono (42), seorang pengemudi ojek online menjadi korban penusukan pada Senin 25 Desember 20167 malam. Rohmat yang dianiaya empat orang tukang parkir di Kawasan Jalan Supratman Bandung ini, mengalami luka tusukan yang cukup serius.

Korban pun harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Santo Yusuf, Bandung. Sementara polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga orang, dan satu lainnya masih buron.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo menyebutkan, ketiga pelaku yang berhasil ditangkap, yaitu AS (34), S (34), AD (34)‎, yang awalnya diduga sebagai saksi.

"‎Awalnya ketiga orang ini kita sangka saksi, karena mereka diamankan warga sebelumnya. Lalu, tim penyidik melakukan olah TKP 30 menit setelah kejadian, dan akhirnya ketiga pelaku kita nyatakan sebagai pelaku," ‎kata Hendro, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (27/12/2017).

(Baca Juga: Kronologi Peristiwa Berdarah di Atas Kapal yang Menewaskan 3 Orang)

Dikatakannya, motif para pelaku melakukan pengeroyokan dikarenakan kesal terhadap korban. Dia pun menegaskan, insiden tersebut bukan keributan antara ojek online dengan ojek pangkalan atau konvensional.

"Ini bukan kejadian keributan ojek online dan konvensional, tapi murni keributan, dengan tukang parki‎r. Motifnya pelaku kesal kepada korban, dan pelaku sempat memukul kepala korban awalnya," ungkapnya.

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yaitu E (27), yang tengah buron. Untuk para pelaku yang telah diamankan, dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara di atas 6 tahun.

(Baca Juga: Gara-Gara Seribu Rupiah, ABG Ini Tak Segan Menikam)

‎Sementara itu, salah seorang pelaku, yaitu AS mengatakan, awalnya kesal kepada korban saat mengatur parkir di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Supratman, Kota Bandung. AS pun kemudian sempat menegur korban.

"Saat saya sedang parkir mobil keluar, korban melawan arus, lalu saya tegur bapak itu pakai bahasa Sunda, 'bapa meuni embung eureun' (bapa kok enggak mau berhenti), ‎kemudian saya pukul kepala dia pakai tangan," ucap AS.

Tak terima ditegur dan dipukul kepalanya, ‎Rohmat pun kembali menghampiri AS dan kawan-kawannya. Adu mulut dan pengeroyokan pun terjadi, hingga korban ditusuk oleh pelaku di pinggang bagian kiri korban.

"Korban datang lagi kepada saya sambil bawa alat seperti besi, dia bilang 'tadi ngomong apa ke saya', lalu terjadi pemukulan," ujar dia.

AS pun meminta maaf kepada korban dan keluarganya. Ketiga pelaku kini mendekam di penjara Markas Polrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

‎"Saya meminta maaf kepada korban dan keluarga korban, bahwa saya khilaf. Kepada anggota ojek Grab saya juga minta maaf, sekarang saya pertanggungjawaban perbuatan saya di sini (Markas Polrestabes Bandung)‎," kata AS.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini