Dua Hari Setelah Natal, Pemberontak Pro Rusia dan Pemerintah Ukraina Saling Tukar Tawanan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 28 Desember 2017 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 28 18 1836631 dua-hari-setelah-natal-pemberontak-pro-rusia-dan-pemerintah-ukraina-saling-tukar-tawanan-3OelEeVwzB.jpg Tawanan perang dari Ukraina melambaikan tangannya setelah keluar dari bus saat pertukaran tawanan di dekat Bakhmut, Ukraina, 27 Desember 2017. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Pemerintah Ukraina dan kelompok pemberontak pro Rusia di Ukraina timur melakukan pertukaran tawanan terbesar antara kedua belah pihak dua hari setelah Natal, pada 27 Desember. Berdasarkan perjanjian pertukaran tawanan itu, Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, nama lain untuk kelompok pemberontak, akan menyerahkan 74 tawanan, sementara pihak Ukraina akan menyerahkan 306 tawanan.

BACA JUGA: Istri dari Pria yang Dituduh Rencanakan Pembunuhan Putin, Tewas Ditembak di Kiev

Perwakilan dari pihak pemberontak, Olga Kobtseva telah mengonfirmasi terjadinya pertukaran tersebut. Dia mengatakan, sebanyak 75 tawanan perang yang ditahan telah diserahkan kepada pihak Ukraina.

Anggota Ombudsman Hak Asasi Manusia (HAM) Parlemen Ukraina, Valeria Lutkovskaya mengatakan, tidak semua tahanan dalam daftar yang dimiliki Kiev dikirimkan kembali ke pasukan pemberontak karena beberapa alasan.  

"Sebanyak 43 orang, yang seharusnya berada di antara 306 tahanan dari pihak Ukraina, telah menjalani hukuman mereka dan dibebaskan dari tahanan. Karena itu, mereka tidak datang," jelasnya sebagaimana dilansir RT, Kamis (28/12/2017).

Dia juga menambahkan, antara 10 sampai 15 orang tahanan menolak untuk kembali ke Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk di titik pertemuan dan hal itu telah dikonfirmasi oleh organisasi Palang Merah yag menjadi penengah dalam kesepakatan tersebut.

Kedua belah pihak telah mempersiapkan pertukaran tawanan ini selama hampir satu setengah tahun. Meski terjadi sejumlah ketidaksepahaman, pada akhirnya kesepakatan berhasil dicapai.

BACA JUGA: Ledakan Gudang Amunisi di Ukraina Picu Puluhan Ribu Orang Dievakuasi

Pertukaran tahanan terakhir antara Ukraina dan kelompok pemberontak terjadi sekira 15 bulan yang lalu di Donbass. Berdasarkan Perjanjian Minsk untuk resolusi konflik, kedua belah pihak berjanji untuk melakukan pertukaran tahanan berdasarkan prinsip “semua untuk semua” , tetapi perkembangan perjanjian tersebut terhambat oleh sejumlah ketidaksepahaman, terutama mengenai daftar tahanan yang akan dipertukarkan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini