Soal Tin Zuraida, MA: Pindah ke Kemenpan-RB untuk Perbaikan Karier

Reni Lestari, Jurnalis · Jum'at 29 Desember 2017 02:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 29 337 1837198 soal-tin-zuraida-ma-pindah-ke-kemenpan-rb-untuk-perbaikan-karier-lF1vPvPxNX.jpg (Foto: Reni Lestari/Okezone)

JAKARTA – Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali angkat bicara seputar pengangkatan Tin Zuraida sebagai staf ahli Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). Sebelum menduduki jabatan tersebut, Tin adalah pegawai eselon II di MA sekaligus istri mantan Sekretaris MA Nurhadi. Suami-istri tersebut dikaitkan dengan kasus korupsi Panitera PN Jakarta Pusat Edy Nasution pada April 2016.

Hatta mengatakan, pindahnya Tin ke Kemenpan-RB melalui prosedur legal dan untuk perbaikan karier.

"Memang notabene istri Nurhadi. Jadi dia pindah ke Kemenpan untuk perbaikan karier. Kalau dia di MA menduduki posisi eselon II, di sana eselon I. Namanya manusia wajar saja dia ingin semua mau lebih tinggi," kata Hatta saat acara refleksi akhir tahun di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Diketahui pula, dalam proses kasus Edy Nasution, KPK melakukan penggeledahan di rumah Nurhadi-Tin. Panik, Tin pun menyobek-nyobek berkas dan membuang sejumlah uang sekira Rp 1,7 miliar ke toilet.

Nurhadi dan Tin pun berkali-kali diperiksa KPK. Namun, statusnya hingga kini masih saksi. Nurhadi mengundurkan diri sebagai Sekretaris MA pada awal Agustus 2017.

Hatta melanjutkan, untuk menjadi staf ahli menteri, Tin mengikuti proses open binding yang memungkinkan perpindahan antar kementerian atau lembaga negara. Menurut Hatta, open binding terbuka untuk semua PNS yang memenuhi syarat, bukan hanya bagi Tin saja.

"Orang mau berkarier lebih bagus ya jangan kita halangi. Saya berikan kesempatan, kebetulan dia menduduki eselon I, kebetulan lulus," ujar dia.

(Baca Juga: JK Akan Bicara dengan Menpan-RB soal Pengangkatan Tin Zuraida Jadi Staf Ahli)

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) sebelumnya mengkritik keputusan pengangkatan Tin sebagai staf ahli Asman Abnur. Ia mengaku akan berbicara dengan Asman terkait pengangkatan Tin sebagai staf ahli yang pernah terseret kasus hukum.

"Ya tentu saya akan bicara, harus ada etikanya. Bersih lah, staf ahli itu, apalagi mengurus SDM harus yang diangkat itu harus bersih," ujar JK di kantornya, Selasa 12 Desember 2017.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini