nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPU Blusukan ke Sekolah-Sekolah untuk Sosialisasi Pemilu

Erie Prasetyo, Jurnalis · Jum'at 29 Desember 2017 08:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 29 340 1837279 kpu-blusukan-ke-sekolah-sekolah-untuk-sosialisasi-pemilu-YRumuVR1wd.jpg foto: Okezone

MEDAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Provinsi atau Kota dan Kabupaten terus gencar melakukan kegiatan sosialisasi dalam rangka Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) tahun 2018 mendatang.

Salah satu kegiatan sosialisasi yang mendapat respon baik dari masyarakat adalah "Goes To School". Kegiatan tersebut diisi dialog interaktif antara pihak penyelenggara (KPU dan Jajaran) dengan para siswa di sekolah.

Salah satu komisioner KPU Kota Medan, Edy Suhartono mengatakan, sosialisasi pemilu kepada pemilih pemula yang mayoritas adalah kalangan pelajar sangat diperlukan agar mereka menggunakan hak suara secara tepat dan berkualitas.

“Mereka perlu didorong untuk antusias datang ke tempat pemungutan suara guna memilih partai politik atau calon-calon pemimpin sesuai dengan aspirasinya, tidak golput atau tidak memberikan suara pada pemilu dan termakan ajakan politik uang,” terang Edy di kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan, Kota Medan pada Kamis 28 Desember 2017.

 

Pada akhir Desember 2017, KPU Medan telah sosialisasi ke beberapa sekolah tingat SMA atau SMK. Diantaranya, di SMK Al Washliyah IV Medan dan SMA 21 Medan.

“Para pelajar sangat antusias, mungkin karena kali pertama memilih. Di beberapa pemilu, baik itu legislatif maupun kepala daerah, rata-rata 80 persen pemilih pemula di Medan menggunakan hak suaranya. Tingginya antusias pemilih pemula bisa meningkatkan kesuksesan Pilgub Sumut,” tambah Edy.

Pada Pemilu 2014 lalu, jumlah pemilih pemula di kota Medan mencapai 170 ribuan orang. Jumlah pemilih pemula pada Pilgub Sumut dan Pemilu 2019 mendatang diperkirakan meningkat hingga 200 ribuan orang.

“Pemilih pemula juga perlu diperkenalkan dengan nilai-nilai demokrasi di balik proses Pemilu. Artinya, antusias untuk memilih saja tidak cukup jika antusiasme untuk memilih ini tidak diimbangi dengan pengetahuan dan kesadaran untuk menggunakan hak pilih secara tepat dan berintegritas,” pungkas Edy.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini