nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru di Surabaya Ambruk Lalu Tewas saat Menunggu Kereta Api

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 29 Desember 2017 17:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 29 519 1837557 guru-di-surabaya-ambruk-lalu-tewas-saat-menunggu-kereta-api-QXezDIXVHS.jpg Seorang guru ditemukan tewas saat menunggu kereta. (Foto: Midaada/Okezone)

MALANG - Seorang penumpang kereta api Penataran Malang-Surabaya meninggal mendadak saat menunggu kereta api tiba.

Kasubbag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan, Akhmad Ardhyansyah (44), warga Jalan Lidah Kulon, RT 2 RW 1, Kelurahan Lidah Kulon, Kota Surabaya, yang tengah membeli air minum di depan kios dalam stasiun tiba-tiba pingsan.

Akhmad datang di Stasiun Malang Kota sekira pukul 05.30 WIB bersama istri dan 8 orang anggota keluarganya dari rumah neneknya di Jalan Anggur Desa Juwet, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Korban yang merupakan guru SMKN 1 Surabaya ini bermaksud pulang ke Surabaya. Jika lancar, kereta yang ditumpanginya itu akan tiba di Surabaya Pukul 06.00 WIB.

(Baca juga: Kisah Tragis Lubis, Tewas Terkena Serangan Jantung Usai Berduel dengan Perampok)

Ia sempat mendapatkan perawatan dengan dipasangi tabung oksigen di ruang perawatan Stasiun Kota Malang. Namun sekira pukul 06.30 WIB, korban mengembuskan napas terakhir dan dibawa menuju kamar jenazah RSUD Syaiful Anwar.

"Korban diduga meninggal dunia karena sakit jantung, karena menurut penuturan istrinya, korban menjalani rawat jalan penyakit jantung dan pernah mengalami stroke," ujar Marhaeni.

Dikarenakan tidak ditemukan luka-luka, pihak keluarga akhirnya membawa pulang jenazah tanpa dilakukan autopsi. Pukul 07.45 WIB, jenazah dibawa menuju rumah duka di Surabaya menggunakan mobil ambulans RSUD Syaiful Anwar.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini