Image

Undip Bangkitkan Kembali Marine Science Techno Park di Jepara

Susi Fatimah, Jurnalis · Jum'at 29 Desember 2017 16:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 29 65 1837493 undip-bangkitkan-kembali-marine-science-techno-park-di-jepara-QyjMqztP8E.jpg (Foto: Susi Fatimah/Okezone)

JEPARA - Setelah sempat berjaya pada 1995 dan diresmikan oleh Wakil Presiden Tri Sutrisno, Universitas Diponegoro kembali membangkitkan Science and Technological Parks (STP) yang dibangun di Teluk Awur, Jepara yang diberi nama Marine Science Techno Park (MSTP).

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama, SH, M.Hum mengatakan, pihaknya terus meningkatkan anggaran penelitian. Bila sebelumnya anggaran penelitian Undip sebesar Rp8 miliar, saat ini anggaran ditingkatkan menjadi Rp43 miliar. Dari total anggaran tersebut, salah satu yang menerima anggaran cukup besar adalah MSTP.

Tak ingin MSTP meredup kembali, Undip berupaya menghidupkan kembali MSTP yang sudah berjalan tiga tahun ini. Salah satunya dengan membuka kelas di MSTP Jepara. Nantinya, akan ada sekira 400 mahasiswa semester satu hingga semester akhir yang akan menimba ilmu di kampus tersebut.

"Tentu nantinya pertumbuhan ini akan tumbuh. Kos-kosan akan tumbuh sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar," tuturnya.

Ia berharap akan banyak putra putri yang berasal dari Jepara yang menuntut ilmu di MSTP. Undip juga akan memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa yang tidak mampu secara gratis. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan memberikan pelatihan tambak dengan teknologi modern kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut berguna bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan tradisional.

Sementara itu, Direktur MSTP Ridwan mengatakan MSTP memiliki peran yang kuat dan dampak yang baik untuk Jepara kedepannya khususnga untuk kegiatan riset dan pengembanganya. Pengembangan ini yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Ridwan menjelaskan, sejak 2015 MSTP mendapat dana hibah dari Ristekdikti untuk membeli alat-alat sebesar Rp10 miliar dan membangun gedung sebesar Rp5 miliar, pembuatan masterplan Rp500 juta dan juga untuk pembuatan tambak hibrid dan lain-lain. Kendati sudah menerima dana hibah, pihaknya masih membutuhkan bantuan untuk tambahan kelengkapan dari yang sudah ada. Dia berharap Pemkab Jepara dapat memberikan bantuan tersebut.

"Kelengkapan dan sarana yang sudah ada 60%, ada kekurangan 40% lagi," katanya.

Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir berharap penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di MSTP dalam bermanfaat bagi masyarakat di dunia usaha maupun masyarakat secara umum. Nasir juga berharap inovasi yang dihasilkan para peneliti tidak hanya berhenti pada riset saja melainkan juga publikasi.

"STP tiap tahun anggaranya Rp200 miliar, karena ada perampingan turun menjadi Rp130 miliar. Anggaran ini untuk lab yang mendukung kemaritiman. Dulu inovasi skala riset sekarang inovasi skala industri," papar Nasir.

Selain itu, ia juga meminta laboratorium di dalam STP mempunyai nilai tambah bagi masyarakat. Ia mencontohkan, petani di Sulawesi Selatan mampu menghasilkan talas senilai Rp240 juta dari satu hektar tanah. Sementara modal yang dikeluarkan untuk menanam talas hingga memanen hanya Rp40 sampai 60 juta saja. Artinya talas memiliki nilai tambah bagi masyarakat tersebut.

"Perguruan tinggi jangan seperti museum yang menceritakan kesuksesan masa lalu. Perguruan tinggi tidak boleh seperti museum yang bangga kesuksesan inovasi masa lalu tetapi harus terus menciptakan inovasi-inovasi baru," katanya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini