Jelang Tahun Baru 2018, Polisi Sita Ribuan Obat Ilegal

Dwi Ayu Artantiani , Okezone · Sabtu 30 Desember 2017 01:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 30 525 1837742 jelang-tahun-baru-2018-polisi-sita-ribuan-obat-ilegal-HXvwepiAka.jpg ilustrasi

INDRAMAYU – Ribuan obat-obatan ilegal disita jajaran Polres Indramayu dari tangan Taufik Soleh (81) warga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menjelang Tahun Baru 2018, polisi gencar melakukan razia obat-obatan ilegal.

Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin menyebutkan, sejumlah barang bukti yang diamankan berupa 50 paket dextromethorphan HBR warna kuning yang dibungkus plastik klip warna bening /1 paket berisi sepuluh tablet masing-masing berjumlah 500 tablet, 80 paket doybley warna putih yang dibungkus plastik klip warna bening /1 paket berisi empat tablet masing-masing berjumlah 320 tablet.

"169 paket destro DMP warna kuning yang dibungkus plastik klip warna bening /1 paket berisi delapan tablet masing-masing berjumlah 1.352 tablet, 320 paket tramadol polos warna putih yang dibungkus plastik klip warna bening /1 paket berisi lima tablet masing-masing berjumlah 1.600 tablet," paparnya, Jumat (29/12/2017).

Kemudian, ia melanjutkan, 14 bungkus doubley warna putih yang dibungkus plastik putih /1 bungkus berisi 1.000 tablet masing-masing berjumlah 14.000 tablet, 15 bungkus dextro DMP warna kuning yang dibungkus plastik putih /1 bungkus berisi 1.000 tablet masing-masing berjumlah 15.000 tablet, 5 box elpha methor dextromethorphan HBR warna kuning /1 box berisi 500 tablet masing- masing berjumlah 2.500 tablet dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 10.000.

(Baca Juga: Kena Razia Polisi, Pemuda Ini Kedapatan Simpan Obat Keras di Jok Motor)

"Penangkapan pelaku berawal dari laporan warga bahwa di rumah pelaku menjadi sarang obat-obatan ilegal. Lalu kami melakukan penyelidikan dan pengecekan. Saat pengecekan kami memergoki warga yang tengah membeli obat-obatan ilegal di rumah pelaku, kami pun langsung menangkap dan melakukan penggeledahan di rumah pelaku," ucapnya.

Arif mengatakan, dari hasil pemeriksaan, obat-obatan tersebut didapatkan dari seseorang yang sekarang masih dalam pencarian. Obat itu diantar ke rumah pelaku setiap 2 minggu sekali. Kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Indramayu.

"Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 196 jo 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan," tegasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini