76 Polisi Aceh Dipecat Gara-Gara Narkoba dan Disersi

Zuhri Noviandi, Okezone · Minggu 31 Desember 2017 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 31 340 1838235 76-polisi-aceh-dipecat-gara-gara-narkoba-dan-disersi-HoHudaLKs4.jpg Polda Aceh merilis laporan akhir tahun 2017 (Zuhri/Okezone)

BANDA ACEH - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memecat 76 personelnya karena terlibat narkoba dan disersi sepanjang 2017. Kapolda Aceh, Irjen Rio S Djambak mengatakan, mereka diberhentikan dengan tidak hormat karena sudah tak bisa dibina lagi.

“Mereka yang kita berhentikan karena meninggalkan tugas tanpa pemberitahuan selama satu bulan lebih serta terlibat kasus narkoba," katanya kepada pers di Mapolda Aceh, Minggu (31/12/2017).

“Polri itu penegak hukum bukan malah melanggar hukum. Ini bukti kita tidak main-main dengan hukum karena keadilan tetap harus diutamakan," ujar Rio.

Rio menjelaskan, akibat sikap tegas yang diambil selama ini terhadap sejumlah personel yang diberhentikan. Banyak anggota polisi menyesal atas perbuatannya dan ada yang meminta untuk tak dipecat.

"Tidak ada tawar menawar dalam melakukan penegakan hukum. Meskipun diakui menyesali atas perbuatan kesalahan yang pernah dilakukan, akan tetapi penegakan hukum tetap harus dilakukan," sebutnya.

Polda Aceh mencatat personelnya yang melanggar kode etik Polri selama 2017 berdasarkan laporan ada 178 kasus, naik dibanding tahun lalu 161 pelanggaran.

Rinciannya disersi 51 kasus, pidana umum 13 kasus, pidana narkoba 8 kasus, urine narkoba 71 kasus dan KEP murni 35 kasus. Sebanyak 76 pelanggar dipecat.

"Kita terus berusaha untuk memperkecil angka pelanggara ini,” pungkasnya.

Imbauan Tahun Baru

Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tidak merayakan tahun baru 2018, karena tak sesuai dengan syariat Islam yang diberlakukan di Aceh. Para pelaku usaha seperti cafe atau warung kopi, hotel, serta tempat hiburan lainnya diminta tidak memfasilitasi masyarakat mengadakan kegiatan menyambut malam pergantian tahun.

"Kita minta seluruh masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun pada malam nanti," kata Rio.

Polda Aceh juga meminta organisasi masyarakat (ormas) tidak melakukan raxia. "Jika lembaga atau ormas itu tetap melakukan kegiatan semacam aksi razia maka akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Misbahul Munauwar.

"Kita tidak membernarkan jika ormas maupun masyarakat untuk main hakim sendiri," tuturnya.

Untuk menjaga keamanan pada malam pergantian tahun nanti, Polda Aceh mengerahkan sebanyak 725 personel dari berbagai satuan, dibantu oleh TNI, Satpol PP/WH, Dinas Perhubungan serta sejumlah unsur terkait lainnya. Mereka ditempatkan di beberapa lokasi yang dianggap rawan dan perlu diamankan.

"Seluruh personel itu nantinya juga akan melakukan patroli keliling ke seluruh lokasi yang sudah ditetapkan termasuk hotel, cafe serta tempat hiburan lainnya," pungkas.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini