nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini yang Harus Diperbaiki Agar Demokrasi Indonesia Stabil

Reni Lestari, Jurnalis · Senin 01 Januari 2018 07:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 01 337 1838362 ini-yang-harus-diperbaiki-agar-demokrasi-indonesia-stabil-HGIua0o7C1.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar kedua di dunia. Namun dalam praktiknya, demokrasi di Indonesia dinilai masih kental bermuatan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta politik identitas.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, demokrasi bisa dijalankan di suatu negara dengan tiga syarat yakni ekonomi yang merata, kedewasaan politik masyarakat yang tinggi serta kesamaan di depan hukum.

"Secara ekonomi merata, kedua kedewasaan politik tinggi dan ketiga ada kesamaan di mata hukum. Kalau di sebuah negara demokrasi belum punya itu maka yang terjadi adalah gonjang ganjing terus-terusan," kata Hendri kepada Okezone, Senin (1/1/2018).

 (Baca: Bawaslu Akan Bentuk Satgas untuk Cegah Isu SARA di Pilkada Serentak)

Maraknya Isu SARA dan politik identitas digunakan dalam praktik demokrasi, lanjut Hendri, bisa jadi menunjukkan kedewasaan politik masyarakat Indonesia yang belum matang.

"Nah karena masih terus terjadi di Indonesia, maka kita bisa mengatakan, ada salah satu dari tiga syarat itu belum tercapai dan bisa saja salah satunya adalah kedewasaan politik yang kurang baik," ujar dia.

(Baca juga: MUI Imbau Masyarakat Waspada Isu SARA di Tahun Politik)

Upaya pemerintah dalam membendung praktik politik identitas dan SARA harus diikuti oleh perbaikan tingkat ekonomi dan kesamaan di mata hukum. Dua faktor tersebut merupakan tiang penyangga utama demokrasi di sebuah negara.

"Selama ini yang dilakukan pemerintah sudah bagus, hanya saja yang nomor satu dan nomor dua tadi harus dipenuhi juga, apa itu? pertama ekonomi dan kedua hukum," ujar Hendri.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini