nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengamat Duga Serangan Bom Polsek Bontoala Dilakukan Kelompok JAK Maasriq

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 01 Januari 2018 19:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 01 340 1838541 pengamat-duga-serangan-bom-polsek-bontoala-dilakukan-kelompok-jak-maasriq-F74JZzWMhw.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Bom molotov dengan daya ledak rendah meledak di Mapolsek Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, pada (1/1/2018) dini hari. Akibat kejadian itu dua orang polisi luka-luka terkena serpihan bom. Namun demikian, pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang berhasil meloloskan diri dari kejaran aparat.

Pengamat terorisme Al-Chaidar mengatakan, bila melihat dari ciri serangannya, ia berkesimpulan serangan itu dilakukan oleh kelompok teror. Adapun kelompok yang diduga melakukan penyerangan berasal dari jaringan Jamaah Ansharu Khilafah (JAK) Maasriq.

"Iya ini serangan teroris. Ini dilakukan oleh kelompok Jamaah Ansharu Khilafah (JAK) Maasriq," kata Al-Chaidar saat dikonfirmasi Okezone.

(Baca Juga: Ledakan Bom di Polsek Bontoala, Polisi Temukan Botol Bensin dan Pisau)

Dia menilai aksi kali ini merupakan bagian dari rencana bom Tahun Baru kelompok ISIS. Selain itu, ia menengarai motif kelompok teror untuk melancarkan aksinya dilandasi hal teologis, yakni jihad membunuh thoghut.

"Polisi mereka anggap thoghut. Bom molotov itu improvisasi mereka untuk membakar kantor polisi," ungkap Chaidar.

(Baca Juga: Ledakan Bom di Polsek Bontoala, Polri: Belum Terindikasi Teroris)

Sekadar diketahui, Polsek Bontoala dilempari benda diduga kuat bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) sekira pukul 04.00 dini hari tadi. Akibat ledakan itu, Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin dan satu anggota Opsnal Brigadir Yunirsam mengalami luka ringan pada bagian tangan.

Kedua petugas tersebut mengalami luka ringan usai terkena pecahan kaca akibat ledakan bom pipa. Ledakan terjadi sebanyak tiga kali dan pelaku melarikan diri melalui area di belakang polsek.

(Baca Juga: Dikira Petasan, Begini Kronologi Serangan Bom Molotov di Polsek Bontoala)

Usai ledakan terjadi, anggota polsek pun berhamburan mencari pelaku namun berhasil melarikan diri, dua anggota polri mengalami luka akibat terkena pecahan kaca, salah satunya Kapolsek Bontoala, Kompol Rafiuddin.

Mabes Polri mengaku belum menemukan fakta adanya keterlibatan teroris dari serangan tersebut. "Jadi kita belum memastikan bahwa penyerangan ini ada jaringan. Maksud saya melibatkan jaringan teroris," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini