Share

Melirik Kampung Terompet di Jamblang Cirebon

Dwi Ayu Artantiani , Okezone · Senin 01 Januari 2018 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 01 525 1838557 melirik-kampung-terompet-di-jamblang-cirebon-krvKZDNGOl.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

CIREBON - Sepanjang jalan di Kampung Tegalan, Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berjejer berbagai jenis terompet di setiap sudut rumah para pengrajin terompet. Di sini, berbagai jenis terompet diproduksi oleh sebagian besar masyarakat terlebih ketika menjelang Tahun Baru.

Tak heran, kampung ini pun dijuluki sebagai kampung terompet. Terompet yang diproduksinya pun beraneka macam seperti terompet bentuk naga, reog, kupu-kupu, kuda, gitar, dan lainnya.

Setiap tahunnya bentuk terompet ini mengalami penambahan mengikuti perkembangan zaman. Oleh karenanya, model terompet yang diproduksi pun setiap tahun mengalami perubahan sesuai dengan keinginan para pembeli.

"Saya memproduksi terompet sejak 2003, setiap tahunnya produksi terompet mengalami peningkatan," kata salah seorang pengrajin, Yono.

Yono mengaku menjelang tahun baru sebagian masyarakat di sini tengah disibukan membuat terompet, bahkan pembuatan kerangka terompet sejak Februari hingga Oktober. Lalu, pada November para pengrajin memulai membuat model, perakitan dan Finishing.

"Kami sengaja membuat kerangkanya terlebih dahulu karena ada proses pengeleman yang memakan waktu," ungkapnya.

Setelah semua proses selesai, lanjutnya, ia baru mulai menjualnya di pasaran maupun didistribusikan kepada para pemesan. Ternyata, terompet bukan hanya diminati di pulau Jawa saja melainkan juga di luar pulau Jawa.

"Saya juga mendistribusikannya ke Papua, Kalimantan dan Bangka Belitung," paparnya.

Menurutnya, setiap tahun rata-rata para pengrajin memproduksi terompet sekira 6.000- 14.000 terompet, beruntung masyarakat menyukai segala bentuk terompet yang dibuat. Untuk harganya berkisar mulai dari Rp 25.000- Rp 50.000 tergantung model dan ukurannya.

"Saya berharap tahun ini peminat terompet jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya," tuturnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini