Petugas Kota Tertangkap Kamera Racuni Anjing Liar, Masyarakat Lebanon Geram

Griska Laras Widanti, · Selasa 02 Januari 2018 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 02 18 1838895 petugas-kota-tertangkap-kamera-racuni-anjing-liar-masyarakat-lebanon-geram-WW82hzT2gO.jpg Foto: Animals Lebanon

BEIRUT - Masyarakat Lebanon ramai menyuarakan protes terhadap aksi petugas yang sengaja meracuni  anjing-anjing liar. Protes tersebut bermunculan setelah video pembunuhan hewan itu viral di media sosial.

BACA JUGA: Resahkan Warga, 6 Ekor Anjing Liar Mati Diterjang Peluru

Rekaman yang diambil di daerah Ghobeiry, sebelah selatan Beirut ini memperlihatkan  beberapa anjing terbaring di dekat sebuah mangkuk makanan. Tubuh mereka kejang tak terkendali dan mulutnya mengeluarkan busa. Petugas kota lalu mengangkat tubuh anjing-anjing yang telah mati itu dan melemparnya ke sebuah mobil pick-up.

Aksi tersebut memicu protes dari banyak kalangan di Lebanon. Organisasi perlindungan hewan Lebanon yang mengunggah rekaman itu mengatakan sedang mencari upaya pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini.

“Tingkat pelecehan, penyiksaan, penderitaan dan pengabaian terhadap hidup dan hukum ini benar-benar mengejutkan. Kami meminta Menteri Dalam Negeri (Nohad Machnouk) agar  menegur semua petugas kota,” katanya.

“Saya memiliki tanggung jawab terhadap kejadian ini. Saya telah memerintahkan penyelidikan atas tindakan yang dilakukan pemerintah kota tersebut,” ujar Machnouk sebagaimana dilansir AsiaOne, Selasa (2/1/2018).

Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Ghobeiry mengatakan telah menskors beberapa petugas dan telah memulai penyelidikan tapi menolak bertanggung jawab.

 “Tindakan jahat dan tercela ini merupakan prakarsa pribadi sejumlah staf departemen kesehatan,” terangnya.

Protes itu rupanya tak hanya disuarakan oleh masyarakat. Presiden Lebanon Michael Aoun pun turut mengkritik aksi tersebut lewat sebuah foto dirinya dan anjing peliharaannya yang diunggah ke media sosial.

“Anjing liar mungkin membahayakan masyarakat di beberapa kesempatan, namun ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut,”  paparnya.

Ia mengingatkan bahwa undang-undang baru tentang perlindungan binatang telah disahkan awal tahun ini. Setiap tindakan penyiksaan binatang akan dikenakan denda hingga Rp176 juta.

Protes terhadap aksi penyiksaan binatang ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Lebanon. Pada Januari silam, pemusnahan ratusan burung camar telah menimbulkan banyak kritik dari berbagai pihak. Protes tersebut terjadi setelah seorang aktivis mengunggah foto burung-burung camar bertebaran di lapangan setelah ditembaki pemburu. Aksi itu dilakukan karena burung camar dianggap membahayakan penerbangan di Bandar Udara Beirut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini