nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Survei SMRC: Usung Jokowi di Pilpres 2019 Suara PDIP Diprediksi Naik 20%

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 15:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 02 337 1838909 survei-smrc-usung-jokowi-di-pilpres-2019-suara-pdip-diprediksi-naik-20-XVzm4GZivU.jpg Survei SMRC (foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis temuan survei mengenai kekuatan partai politik dan calon presiden jelang Pemilu 2019. Hasilnya, elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan ‎Joko Widodo (Jokowi) terus menguat.

Direktur Utama SMRC, Djayadi Hanan mengatakan, bila dibandingkan dengan perolehan suara pada Pileg 2014‎, PDIP adalah satu-satunya parpol yang menunjukkan peningkatan dukungan suara secara signifkan.

(Baca Juga: Jokowi Sambut Baik Usulan Duet dengan Cak Imin di Pilpres 2019)

"Pada Pileg 2014, PDIP memperoleh suara 18,95 persen. Sementara menurut survei SMRC Desember 2017, dukungan pada PDIP telah mencapai 27,6 persen," kata Djayadi di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018).

Djayadi menuturkan, bila tidak ada peristiwa besar dalam satu setengah tahun ke depan, misalnya skandal korupsi, krisis ekonomi dan skandal moral, kemungkinan besar PDIP akan memperoleh suara jauh lebih besar pada Pemilu 2019 dibandingkan hasil Pemilu 2014, dan Jokowi akan terpilih lagi jadi presiden secara meyakinkan pada 2019.

Di sisi lain, 4 parpol besar lainnya justru mengalami penurunanan atau cenderung stabil berdasarkan temuan survei SMRC. Golkar yang memperolah 14,75 persen pada Pileg 2014 turun menjadi 12,1 persen berdasarkan temuan survei kali ini.

Gerindra yang pada Pileg 2014 lalu memperoleh 11,81 persen turun menjadi 8,9 persen. ‎Demokrat 10,19 persen pada Pileg 2014 turun menjadi 7,7 persen, PKB 9,04 persen pada Pileg 2014 turun menjadi 6,3 persen berdasarkan Survei SMRC kali ini.

Djayadi menjelaskan, perolehan suara parpol saat ini tak terlepas dari banyaknya pemilih yang berpindah pilihan ke parpol lain (swing voters) dibandingkan pada Pileg 2014. Dikatakannya, swing voters paling banyak ditemukan di kalangan pemilih Demokrat sebesar 51 persen.

Lalu disusul oleh PAN 50 persen, PPP dan Hanura masing-masing 47 persen, Gerindra 45 persen, dan Golkar 38 persen. "Adapun partai yang paling sedikit swing voternya adalah PKS sebesar 20 persen dan PDIP 23 persen," jelas Djayadi.

Dengan adanya temuan ini, Djayadi menilai bahwa kesetiaan warga Indonesia kepada parpol cenderung lemah. Pemilih di Indonesia disebut sangat terbuka dan menuntut partai bekerja lebih keras untuk mendapat keyakinan mereka.

Djayadi menambahkan, berdasarkan temuannya, PDIP menjadi salah satu parpol dengan jumlah pendukung loyal terbesar. Namun posisi partai berlambang kepala banteng ini semakin menguat karena warga mengidentifikasi PDIP sebagai partai pendukung Jokowi.

"Ada sekitar 20 persen warga yang menyatakan akan memilih PDIP karena PDIP adalah partai utama pendukung Jokowi," ungkap Djayadi.

(Baca Juga: Presiden PKS Sebut Bakal Kolaborasi dengan PAN & Gerindra di 2019)

Dalam hal elektabilitas presiden, survei SMRC menunjukkan posisi Jokowi terus menguat. Survei kali ini menunjukkan jumlah warga yang menyatakan akan memilih Jokowi sebagai presiden berdasarkan pertanyaan semi terbuka mencapai 53 persen.

"Ini merupakan kenaikan signifikan dibandingkan survei September 2017, ketika suara Jokowi baru mencapai 45,6 persen," tutur Djayadi.

‎Di sisi lain, nama pesaing terdekat Jokowi hanyalah Prabowo yang hanya memperoleh 18,5 persen suara, yang menunjukkan tak ada perubahan dukungan dibandingkan hasil survei pada September 2017 lalu.

Survei nasional SMRC dilakukan pada 7-13 Desember 2017 dengan melibatkan 1.220 responden. Sampel ditarik secara multistage random sampling dengan margin of errornya 3,1 persen.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini