nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awal 2018, Gunung Sinabung 7 Kali Erupsi

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 16:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 02 340 1838940 awal-2018-gunung-sinabung-7-kali-erupsi-1Gragg3xej.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

MEDANGunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, erupsi sebanyak tujuh kali dalam dua hari terakhir.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra mengatakan, pada 1 Januari 2018 kemarin, terjadi empat kali erupsi. Sementara hari ini, Selasa (2/1/2018) hingga pukul 14.34 WIB, telah terjadi tiga kali erupsi.

"Kalau dari catatan kita di awal tahun 2018 ini kurang lebih ada tujuh kali terjadinya erupsi. Dimana, pada 1 Januari semalam erupsi tertinggi itu sekitar 2,8 Km," kata Armen Putra.

 (Baca: Pasca-Erupsi Gunung Sinabung, Pemkab Karo Bersih-Bersih Desa)

Hingga saat ini, lanjut Armen, status Gunung Sinabung masih berada di level IV atau awas. Hingga saat ini pula, erupsi gunung api berketinggian 2450 mdpl itu, paling tinggi mencapai 11 kilometer.

"Berdasarkan catatan pos pemantau, erupsi tertinggi Gunung Sinabung terjadi pada 2013. Dimana, saat itu tinggi kolom abu mencapai 11 kilometer dan hingga saat ini juga gempa vulkanik masih tinggi dan sering terjadi," ungkap Armen.

Melihat status dan tingginya aktivitas Gunung Sinabung saat ini masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G. Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus, lanjut Armen, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar atau banjir bandang ke hilir.

"Potensi saat ini masih tinggi karena aktifitas Sinabung juga tinggi. Masyarakat juga dihimbau untuk menjauhi zona merah tersebut," pungkasnya.

Bisman Ginting, warga Kelurahan Sukanalu, Kecamatan Namanteran yang kini mengungsi di Kota Berastagi, berharap Gunung Api Sinabung bisa segera berhenti erupsi. Mereka pun berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan warga korban erupsi yang sampai hari ini belum memiliki hunian tetap pasca diungsikan dari kampung halaman mereka akibat terdampak erupsi.

“Kita sebenarnya sudah ikhlas kalau pun harus dipindahkan dari kampung. Kita harap di tahun baru ini, ada percepatan. Agar kita juga bisa segera bekerja di kebun lagi. Sudah terlalu lama kita seperti ini, dan sudah seharusnya kita menjadi prioritas pemerintah,”harapnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini